Me and Sevel

Anjrid judulnya narsis abis hahahaha~ Yap sudah hampir sebulan lebih gw mencoba untuk belajar bekerja di Jakarta, kota kelahiran gw yang sudah lama banget gw tinggalin. Selama sebulan lebih ini sevel merupakan tempat kedua yang paling sering gw kunjungin selain rumah.

Yang jelas sih gw bukan pengen jadi anak gaul sering-sering ke sevel gitu hihihi~ Jadi ceritanya kalau di rumah gw selalu gak bisa kerja.

Entah kenapa. Kalau di rumah pasti bawaannya leyeh-leyeh di sofa terus ketiduran. Udah coba maksa buat kerja di rumah tapi asli gak produktif dan tenggat kelewatan semua.

Jadilah gw nebeng kerja di sevel. Sevel buat gw merupakan tempat kerja yang nyaman, ya gak semua sevel sih nyaman buat kerja. Paling gak sevel yang punya 2 lantai karena biasanya lantai kedua tempatnya ber-AC.

Jadi biasanya gw beli minuman, cari meja yang kosong, nyalain laptop dan modem wifi, terus mulai deh bekerja atau online. Biasanya sih kalau sudah malam pengunjung sevel berubah bukan remaja lagi atau rata-rata sih pekerja.

Yang gw agak miris adalah pengunjung sevel rata-rata tidak pernah membuang sampahnya setelah mereka selesai makan. Kadang ini membuat kondisi sevel sangat jorok. Mungkin ini kebiasaan kita kalau di restorant fast food tidak pernah juga membereskan sisa makanan kita sendiri, kita tidak pernah membereskan sisa apa yang kita makan baik ketika di bioskop, resto fast food maupun di tempat lainnya.

Coba deh lo cek sendiri apakah lo pernah membawa sampah yang lo bikin di bioskop untuk dibuang di luar atau di tempatnya, prinsipnya sama ketika lo di sevel sebetulnya. Jadi kalau lo marah-marah sama yang bikin sampah di sevel pastikan juga lo gak pernah melakukan hal yangs ebetulnya sama di tempat lain hihihi~

Pengen review sevel yang ada di ibukota ini tapi sebaiknya ntar gw tulis di blog yang kuliner aja biar lebih yahud hihihi~

Jadi minggu ini kamu udah ke sevel berapa kali? *grinz*

URL:
1. Sevel @ Twitter

10 thoughts on “Me and Sevel

  1. akuhhh.. akuhhh… aku belum pernah menginjakkan kaki di Sevel! 🙁

    aduh, maaf, sampahnya selalu berada di tas saya. saya selalu menyimpan satu kantong plastik untuk sampah saya sendiri 😀

  2. Aku hampir tiap pagi sebelum ke kantor mampir dulu ke sevel Sabang demi beli teh kotak dingin sama roti2 buat sarapan. Tapi emg karena cuman disitu toko yg uda buka pagi2 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *