[review] Pacific Rim

pacific-rim-charlie-hunnam-rinko-kikuchi2 (Medium)

Oh well, buat saya tidak tau bagaimana harus menjelaskan untuk menunggu menonton film ini.  Masa kecil saya dihabiskan untuk menonton sentai macam Gaban, Google V atau anime macam Voltus sampai yang advance penuh emosi seperti Evangelion. Jadi kalau ada orang macam Guillermo del Toro yang bisa mewujudkannya kedalam bentuk film saya tidak akan keberatan untuk menontonnya sesegera mungkin setelah publish di bioskop kemarin.

Sinopsis


Film dimulai dengan sekitar 15 menit bagaimana Bumi diserang oleh para monster yang dikenal dengan sebutan Kaiju dan bagaimana umat manusia bersatu padu membangun robot untuk melawan para monster. Mereka menyebutnya Jaegers.

Mungkin narasi selama kurang lebih 15 – 20 menit tidak ideal sebagai pembukaan sebuah film, tapi mungkin Del Toro tidak punya cara yang lebih baik bagaimana mengkondisikan penonton dengan kondisi bumi yang diserang oleh Kaiju selama beberapa tahun dengan waktu yang cukup pendek. Cara ini cukup efektif untuk membawa penonton ke suasana tersebut.

Serunya lagi kita langsung dibawa ke pertempuran antara Jaegers dan Kaiju di menit-menit awal. Penonton disebelah saya sampai terkaget-kaget di awal film. Dari pertempuran inilah cerita mulai bergulir.  Bagaimana Raleigh Becket (pilot Jaegers) kehilangan saudaranya didalam pertempuran dan akhirnya berjuang untuk mempertahankan bumi dengan co-pilotnya yang baru Mako Mori.

Review

Sisanya mudah ditebak. Momen-momen hebat didalam film ini dikuasai oleh pertempuran antara Kaiju dan Jaegers. Dari sisi cerita Pacific Rim  masih terlalu Holywood dan Amerika sekali. Cast di film ini kelihatan kurang digali karakternya tapi ketika membaca kalau Del Toro harus memotong 1 jam bagian dari film supaya durasi filmnya menjadi pas, hal ini mungkin bisa dimaklumi.

 

Buat saya sebagai fans anime dan film-film tentang mecha hal-hal jelek di film ini termaklumkan. Saya sudah puas dengan adegan dan special effect yang dahsyat dalam pertempuran antara Jaegers dan Kaiju. Ini seperti memenuhi impian masa kecil untuk menonton film-film seperti ini di bioskop.

Sebagai film musim panas, Pacific Rim bukan film yang jelek.  It’s fun and off course full of battle action ^^

13 thoughts on “[review] Pacific Rim

  1. Orang yang nonton di sebelahku juga kagetan :))

    Seneng sama film ini, akhirnya ada film mecha secara real di layar lebar. Sukak!

  2. Iya, akhirnya ada film mecha live action setelah bertahun2 isu soal Evangelion gak jadi2. Minusnya memang gak bisa buat cerita yang terlalu dalam sih, tapi bisa dimaklumi mengingat durasi film. 🙂

    *belum nonton*

  3. Saya nggak pengen nonton film ini. Mbuh ya, menurutku sejak menjelang 2012 film2 bergenre begini2an sudah terlampau banyak, kenapa ga ambil tema lain yang sederhana semisal bagaimana cara berpanen jagung, cara menanam pohon kepala yang baik.. sepertinya akan lebih manusiawi dan migunani tumraping liyan 🙂

  4. Saya kenyang baca beberapa review tentang film ini. Tapi baru blog ini yang bilangnya “saya sudah puas”. Haha, yang lain pada bilang “beyond my expectation” padahal. Semakin bikin penasaran nih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *