Kota ini memang tidak berdaya ketika hujan besar sudah mengguyur dengan hebat. Kemarin sore Jakarta dilanda hujan yang lebat. Memang sudah mulai musim hujan. Dan untung juga saya geser ke Umaku untuk bekerja bareng Mbak Ainun, Tika, Lucy dan Ranume karena sekitar jam 5 ada tiang listrik yang rubuh di Jl. Bangka dan pengaruhnya bisa sampai kantor karena area tersebut tidak jauh dari gedung kantor.


Hujan yang pertama sudah membuat Tika 2 jam di jalan hanya untuk mencapai Mampang dari daerah Blok M, luar biasa. Selanjutnya kami menghabiskan banyak waktu dan bekerja di Umaku sampai malam karena kami sadar Mampang akan lumpuh total ketika hujan seperti ini datang. Hujan lebat memang datang beberapa kali kemarin sore.


Kami memutuskan keluar dari Umaku sekitar jam setengah 9 malam dan kondisi di jalan bisa dilihat pada foto diatas. Lalu lintas padat merayap untuk kendaraan roda 2 dan hampir berhenti untuk kendaraan roda 4. Saya mengantar Nume ke kantornya dulu di Pejaten untuk mengambil beberapa barang. Untunglah Nume menemukan tebengan pulang hingga Bintaro dengan mobil dengan teman kantor. Saya pikir juga sebaiknya menunggu macet selesai sampai jam 11 malam karena kemacetan masih dimana-mana. Akhirnya saya menunggu di apartemen Mbak Ainun sampai jam 11 malam ketika lalu lintas sudah sangat lancar.

Memang sudah tidak bisa dihindari kota ini membutuhkan alternatif transportasi massal seperti MRT/Monorel atau bentuk kereta dalam kota lainnya selain memperbaiki jaringan pembuangan air di ibukota. Semoga gubernur Jakarta yang baru bisa mewujudkannya.

Bagaimana pengalamanmu kemarin?