Akhirnya kemarin pagi saya ikut-ikutan juga untuk menginstall aplikasi Telegram yang tengah heboh itu. Tadinya saya tidak begitu tertarik tetapi begitu saya mendengar ada aplikasi desktopnya jari-jari tangan saya langsung otomatis menginstallnya ke dalam android.

Courtesy: Daily Social

Secara penampilan dan sistem sebetulnya Telegram ini tidak ada bedanya dengan Whatsapp. Bahkan kalau saya boleh bilang Telegram ini adalah tiruan Whatsapp yang gratis karena Whatsapp merupakan aplikasi berbayar.

Kehebohan Telegram ini bermula dari pengguna yang meributkan system Whatsapp yang tiba-tiba down beberapa saat yang lalu. Mungkin kalau tidak ada kejadian Whatsapp dibeli oleh Facebook kejadian ini tidak berdampak banyak. Akan tetapi entah kenapa banyak pengguna yang merasa tidak nyaman ketika Whatsapp dibeli Facebook dan kemudian down tidak lama setelah itu. Walaupun tidak lama dan Whatsapp saat ini juga berfungsi baik-baik saja.


Karena Telegram mempunyai design dan mekanisme yang sama persis dengan Whatsapp, maka pengguna Whatsapp berbondong-bondong pindah ke Telegram.

Buat saya menggunakan Telegram hampir tidak ada bedanya dengan menggunakan Whatsapp. Hanya sangat terasa kalau Telegram lebih ringan pada saat menggunakannya. Dan sekali lagi saya tertarik karena aplikasi desktopnya.

TELEGRAM
Aplikasi desktopnya masih dalam bentuk beta. Bentuknya sederhana sekali dan ringan untuk laptop. Karena Telegram langsung mendeteksi penggunanya via no telepon maka langsung bisa dilihat jaringan kita yang menggunakan Telegram.

Menggunakan sebuah aplikasi chatt sangat tergantung dengan teman atau lingkaran kita yang menggunakan aplikasi yang sama. Karena cukup banyak teman yang menggunakan Telegram, aplikasi ini menjadi menyenangkan.

Jadi apakah kamu menggunakan Telegram juga? ^^