Ya, pertanyaan diatas ini menghantui saya ketika saya datang ke sebuah workshop yang diselenggarakan oleh PT Merck Tbk ini. Kelihatannya workshop ini bisa memberikan pengetahuan lebih tentang Neuropati, sebuah penyakit yang saat ini kebanyakan dialami oleh masyarakat modern akan tetapi kita seringkali mengabaikannya.

Untuk mudahnya Neuropati merupakan kerusakan saraf yang disebabkan oleh beberapa aktivitas seperti mengetik dengan gadget (smartphone, tablet ), mengendarai motor & mobil, duduk dalam waktu yang lama durasi 5-7 jam (apalagi sambil mengetik dengan komputer), aktivitas dengan gerakan berulang (mencuci, memasak, menyapu).

Tentu saja kerusakan saraf ini timbul bila gerakan-gerakan tersebut dilakukan secara berulang selama terus menerus dalam jangka yang panjang. Gejala neuropati yang paling mudah terasa adalah adanya perasaan seperti kebas dan kesemutan. Ketika pada saat cuaca dingin atau saat bangun pagi kamu merasakan kedua hal tersebut, kamu haruslah waspada karena sudah mendapatkan gejala Neuropati.

Riset yang dilakukan oleh PT Merck Tbk menghasilkan fakta-fakta berikut:

  • 90% masyarakat Indonesia tidak mengerti neuropati atau kerusakan saraf.
  • Gejala neuropati (kebas dan kesemutan) dirasakan oleh kelompok usia yang semakin muda : 1dari 4 orang merasakan gejala neuropati pertama kali di usia 26-30 tahun.
  • Riset membuktikan masyarakat Indonesia menghabiskan sebagian besar waktunya dengan menjalani aktivitas dan gaya hidup penyebab neuropati.

Penyebab Neuropati

Fakta bahwa semakin banyak orang yang mendapatkan gejala neuropati disaat berusiai dibawah 30 tahun merupakan fakta yang menakutkan karena neuropati merupakan kondisi kerusakan saraf yang seharusnya dialami oleh mereka yang berusia 40 tahun ke atas.


Waktu workshop kemarin ada beberapa aktivitas yang disediakan untuk peserta mengetahui apakah mereka mendapatkan gejala neuropati atau tidak. Menariknya ada beberapa kegiatan yang sangat sederhana seperti memegang motor vespa yang sedang bergetar. Jika kami merasa kebas atau kesemutan berarti memang ada gejala sudah mendapatkan neuropati.


Kegiatan lain yang menyenangkan yaitu pemeriksaan saraf gratis dan hasilnya langsung dishare pada saat itu juga. Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM yang menjadi pembicara Kamis siang kemarin mengatakan bahwa banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa aktivitas dengan gerakan berulang seperti mengetik dengan gadget dapat menyebabkan neuropati.

Contoh yang paling jelas dari kehidupan masyarakat modern adalah mengetik komputer. Gerakan berulang–ulang pergelangan tangan ke atas dan ke bawah dapat menyebabkan tendon di pergelangan tangan mengalami peradangan dan akhirnya menekan saraf di daerah pergelangan tangan. Keluhan yang sering terjadi adalah kesemutan, kebas, nyeri, serta kelemahan pada pergelangan dan telapak tangan. Jika berlangsung dalam jangka waktu lama dapat berisiko menyebabkan gangguan saraf yang lebih berat, seperti kelumpuhan.

Pencegahan Neuropati

Dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K) juga share bahwa untuk mencegah neuropati ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama usahakan untuk memperbaiki gaya hidup dengan mengupayakan makan makanan dengan gizi yang seimbang, olah raga teratur dan istirahat cukup untuk regenerasi sel saraf.

Pencegahan neuropati yang berikut yaitu dengan mengkonsumsi vitamin neurotropik 1 x sehari sejak dini secara teratur. Vitamin neurotropik terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12 yang berfungsi memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf, dan memberikan asupan yang dibutuhkan supaya saraf dapat bekerja dengan baik. Neurobion merupakan salah satu asupan yang dianjurkan karena mempunyai kombinasi kombinasi vitamin neurotropik (B1,B6,B12) yang berfungsi untuk pemeliharaan kesehatan saraf dan memperbaiki sel saraf. Tambahan informasi untuk penderita diabetes, membutuhkan dosis vitamin neurotropik yang lebih tinggi.

Nah kalau melihat informasi-informasi diatas, kamu sudah mengalami gejala neuropati belum? Saya sih sepertinya sudah *phew*