Cium aku.
Hah..?!

Cium aku.
Nggak ah.
Memangnya kenapa?
Aku belum gosok gigi.

Cium aku
Hmm..
Memangnya kenapa? Kan sudah sudah gosok gigi?
Kamu belum gosok gigi.

Cium aku.
Nggak sekarang ya?
Memangnya kenapa? Aku kan sudah gosok gigi.
Aku lagi sariawan, nanti nular.

Cium aku.
Nggak bisa.
Memangnya kenapa? Sariawanmu kan sudah sembuh?
Malu, banyak orang.

Cium aku.
Aduh…
Memangnya kenapa? Di sini kan sepi.
Nanti ada yang marah.
Siapa?
Seseorang yang tidak mengininkanku menciummu.
Aku pikir kau tidak punya pacar.
Memang tidak.
Lalu siapa? Istrimu?
Aku belum menikah.

Cium aku.
Bisa minta yang lain aja nggak?
Memangnya kenapa?
Aku sudah bilang nggak bisa, mintalah hal yang lain.
Memangnya kenapa? Kau tidak suka perempuan?
Bukan begitu.
Lalu masalahnya apa?

Cium aku.
Seandainya aku bisa.
Memangnya kenapa?
Tapi aku tidak bisa.
Memangnya kenapa? Ada yang salah dengan bibirku?
Bibirmu sexy dan sangat menggoda, justru itu aku tidak bisa.
Memangnya kenapa?

Cium aku.
Maaf…
Memangnya kenapa?
Masa’ sih nggak ngerti juga.
Memangnya kenapa? Ngerti apa?
Kamu kan istri bapakku.
Memangnya kenapa?
Wah… repot…!!