Tadi malam gw nonton Fast & Furious 7 bareng mbak pacar Arianna. Seinget gw keknya baru ada fast & furious yang dibuat seri sampe 7 film. Kalau macam James Bond udah beda lagi kali ya hihi~


Dari awal sebetulnya udah gak set ekspetasi apapun soalnya gw tau ini film franchise yang tidak mengandalkan jalan cerita. Film dibuka dengan scene balas dendam Deckard Shaw (Jason Statham), kakak Owen Shaw yang dihadapi oleh Dominic Toretto (Vin Diesel), Brian O’Conner (Paul Walker) dkk pada serial sebelumnya.

Dari situlah cerita dimulai. Bagaimana Deckard Shaw berusaha membalas dendamnya setelah membunuh Han, salah satu anggota tim Toretto. Sebetulnya kalau dari sisi laga aksi, no complaint. Sudah khas Fast & Furious banget. Tapi kalau dari sisi jalan cerita berasa nonton sinetron di TV Indonesia dibungkus adegan action puluhan juta dolar dari Hollywood (oh well mungkin ini terlalu satir).

Walau udah berusaha gak memikirkan jalan cerita tapi tetep aja setengah jalan film terasa gak masuk akal hahahaha~ Toretto dkk sebetulnya dalam 3/4 film berusaha mendapatkan alat bernama Mata Tuhan untuk mengetahui melacak keberadaan Deckard Shaw. Tetapi sebetulnya dalam setiap aksi Toretto, Decker Shaw selalu muncul. JADI GAK USAH DICARI PAKE MATA TUHAN JUGA UDAH KETEMU KALE BRO.

Ya, review Fast & Furious 7 kali ini sebetulnya memang jeritan hati sepanjang film tadi malam hahahahaha~ Tapi sebagai film untuk mengenang Paul Walker, endingnya lumayan bagus. Plus permainan CGI untuk menampilkan sosok Paul Walker berjalan sempurna. Kita gak pernah sadar kalau sosok yang ditampilkan adalah permainan CGI karena Paul Walker sebetulnya sudah meninggal di tengah film ini dibuat.

Rating? 4 dari 10 bintang.