Sebagai penggemar tim Inggris, tentu saja saya tidak melewatkan pertandingan-pertandingan pemanasan tim Inggris menjelang Piala Eropa.

Tim Inggris tahun ini penuh dengan talenta muda dan berbakat. Kebetulan Barclay Premier League mengeluarkan banyak bakat-bakat yang bersinar musim ini. Sebut saja Dele Alli atau paling sensasional tentu saja Marcos Rashford, yang mengalahkan usia Michael Owen ketika dipanggil ke tim Inggris.


Tadi malam Inggris memulai dengan formasi 4-3-3 dengan Rooney berada di belakang Jamie Vardy dan Harry Kane.  Terlihat Hodgson ingin memaksimalkan ketajaman duo Vardy dan Kane yang menjadi pemuncak skor liga Inggris musim ini.

Dengan formasi 4-3-3 sebetulnya Inggris bermain cukup nyaman karena 3 gelandang di tengah  Dier, Milner dan Alli cukup versatile. Sayangnya Rooney memang tidak cukup kreatif untuk mendukung Vardy dan Kane. Di Manchester United Rooney “hanyalah” gelandang pembagi bola yang didukung oleh kreatifitas Juan Mata, Lingard atau Martial.

Bahkan setelah Portugal bermain dengan 10 orang akibat kecerobohan tackle Bruno Alves yang terlalu tinggi, Inggris tidak sanggup untuk mencetak gol.


Gol satu-satunya tercipta setelah Inggris merubah formasinya. Dengan Jack Wilshere dan Sterling masuk menggantikan Milner dan Vardy, aliran bola menjadi lebih hidup dan akhirnya Smalling membuat gol pertamanya untuk Inggris lewat assist Sterling.

Kesimpulan pertandingan tadi malam, terlihat Hodgson masih galau bagaimana menempatkan Rooney di kesebelasan Inggris. Sebagai striker dia kalah tajam dengan banyaknya striker-striker lain (dan bahkan dengan Rashford). Sebagai gelandang serang Rooney tidak cukup kreatif untuk mendukung lini depan Inggris.

Mudah-mudahan performa tim Inggris membaik ketika memasuki turnamen. Walaupun Inggris selalu bermain jelek ketika turnamen dimulai.

Jadi kamu mendukung tim mana di Piala Eropa 2016 ini? ^^