Sebagai fans Man Utd seharusnya saya menulis tentang keberhasilan Man Utd menembus peringkat lima setelah terlalu banyak hasil imbang tetapi pertandingan Man City vs Liverpool kemarin memang tidak bisa dilewatkan. Untuk Man Utd saya selalu berharap DNA kemenangan (baca dapat 3 poin walau bermain jelek) mereka di jaman Ferguson akan kembali. Agak terlihat di pertandingan melawan The Boro kemarin.

Kembali ke judul postingan blog, tidak tahan untuk tidak membahas Manchester City vs Liverpool. Keduanya menampilkan pertandingan dengan tempo yang sangat tinggi, permainan terbuka, passing-passing dan pace yang cepat dan tentu saja beberapa kejadian hampir gol yang membuat adrenalin semakin kencang ketika menonton.

Tadinya saya berpikir trauma Manchester City akibat kekalahan dari Monaco di Liga Champions akan sedikit banyak berpengaruh, tetapi nyatanya Manchester City malah bangkit dengan meladeni permainan pressing nan ketat dari pemain Liverpool.

Ada 2 pemain yang cukup besar pengaruhnya di pertandingan ini, Pergerakan tanpa bola dan etos kerja Roberto Firmino membuat Gaël Clichy sedikit panik dan memberikan 1 pinalti akibat pelanggaran dalam kotak pinalti. Pergerakan Sadio Mané di tengah depan Liverpool juga sadis, sayangnya penyelesaian yang buruk membuat Liverpool hanya membawa 1 angka dari City of Manchester Stadium.  Manchester City juga membuat peluang yang sama banyaknya dan Aguero tidak berhasil untuk mengkonversikannya menjadi gol. Terlihat pemain bertahan Liverpool bekerja keras untuk menghentikan pace yang kencang dari Sane, Sterling, De Bruyne dan Aguero.

Oh well, sudah lama tidak melihat 2 tim yang saling serang seperti ini dan membuat pertandingan Man Utd vs Boro menjadi pertandingan yang membosankan (tapi 3 poin tetaplah 3 poin).

Pertandingan besar minggu depan juga menjanjikan: Liverpool vs Everton (yang sedang dalam fase kemenangan beruntun) atau Arsenal (yang terlihat akan kembali menelan kekalahan) vs Manchester City.

Siapa pilihanmu untuk Premier League pekan ke 30?