“Papa, aku boleh ya minum green coffee? Aku sudah beli nih barusan di Citos”

“Hah green coffee?”

Tadinya saya pikir Arianna mau diet dengan minum green coffee. Soalnya sepengetahuan saya, green coffee itu memang digunakan oleh orang-orang yang ingin mengurangi berat badannya.

Memang beberapa hari yang lalu saya sempat melarang Arianna untuk mengurangi kebiasaan minum kopi instannya. Bukan apa-apa, tapi untuk mengurangi kadar batuknya saja yang lumayan berkepanjangan.

Back to coffee, ternyata Arianna membawa Nescafe Green Coffee Blend. Honestly to say, saya tidak pernah melihatnya walaupun kelihatannya produk ini sudah diluncurkan cukup lama.

Karena kepo, jadilah saya googling soal green coffee ini.  Ternyata green coffee itu ya biji kopi itu sendiri yang memang awalnya berwarna hijau. Biji kopi berubah warna karena hasil roasting lalu berubah menjadi hitam seperti kopi yang kita nikmati sehari-hari.

Nah karena tidak dipanggang sampai berwarna hitam, green coffee ini punya beberapa keunggulan dibandingkan kopi hitam biasa.  Secara natural, kopi hijau mengandung lebih banyak anti-oksidan karena tidak dipanggang hingga menghitam seperti layaknya biji kopi yang lain.

Yang kedua biji kopi mengandung Chlorogenic Acid yang dipercaya dapat menimbulkan pengurangan berat badan. Dalam kopi hitam, kandungan Chlorogenic Acidnya banyak menghilang karena proses panggangan.

Nah untuk Nescafe Green Coffee Blend ini sebetulnya cukup unik karena produk ini dibuat dengan membuat blend antara kopi yang sudah dipanggang dan yang belum sehingga menimbulkan rasa yang oke.  Rasanya sih tidak terlalu kuat maupun tidak terlalu lemah, cukup untuk meningkatkan mood kamu dan meningkatkan metabolisme kalau sedang mengejar deadline.

Apakah kamu pernah menyesap kopi hijau ini?