<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Will you keep on dreaming or live your dream &#187; Travel</title>
	<atom:link href="http://blog.didut.net/category/travel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.didut.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 19:48:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>SOLO: Sharing Komunitas &amp; Tur Kampung Laweyan (part 3)</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/06/20/solo-sharing-komunitas-tur-kampung-laweyan-part-3/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/06/20/solo-sharing-komunitas-tur-kampung-laweyan-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 02:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Bengawan]]></category>
		<category><![CDATA[Gathering Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[KopDar Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Loenpia]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing Online lan Offline]]></category>
		<category><![CDATA[SOLO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bercerita tentang petualangan kuliner saya di Solo, saatnya berlanjut berbagi mengenai kegiatan SOLO dari Bengawan.
Sharing Komunitas Blog

Setelah puas beristirahat sore dan bersiap untuk acara selanjutnya, kami dijemput oleh teman-teman Bengawan ke lokasi kegiatan berikutnya. Setting makan malam dibuat sangat guyub dengan lesehan dan peserta saling berdekatan. Apalagi makan malam pada hari I diiringi oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah bercerita tentang <a href="http://blog.tukangmakan.com/2010/06/19/berburu-kuliner-malam-di-solo-part-2/" target="_blank">petualangan kuliner saya di Solo</a>, saatnya berlanjut berbagi mengenai kegiatan SOLO dari Bengawan.</p>
<h2>Sharing Komunitas Blog</h2>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxKpN1CxdI/AAAAAAAAFPU/JoulEo-QaN0/s400/IMG_0031%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Setelah puas beristirahat sore dan bersiap untuk acara selanjutnya, kami dijemput oleh teman-teman Bengawan ke lokasi kegiatan berikutnya. Setting makan malam dibuat sangat <em>guyub</em> dengan lesehan dan peserta saling berdekatan. Apalagi makan malam pada hari I diiringi oleh teman-teman seniman yang membawakan musik keroncong. Khas sekali dan beraroma sangat Solo.<span id="more-483"></span></p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxKtd9lHtI/AAAAAAAAFPc/Brj7xskBO2o/s400/IMG_0032%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxKxb8qXiI/AAAAAAAAFPk/vVio2x2Unzc/s400/IMG_0034%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Setelah kenyang dan puas makan malam, <a href="http://blontankpoer.com/" target="_blank">Pakde Bloenthank</a> memulai sharing antar komunitas blog pada malam itu. Setiap perwakilan komunitas blog yang datang pada malam itu berbagi mengenai kegiatan yang telah mereka lakukan di komunitas masing-masing. Setiap komunitas juga berbagi tips jika ada solusi yang mereka temukan didalam sebuah penyelenggaraan kegiatan.</p>
<p>Buat saya pribadi sangat menyenangkan melihat semangat  dari teman-teman <a href="http://plat-m.com/" target="_blank">Plat-M</a> yang masih sangat baru dan  sangat bergairah untuk menggerakkan kegiatan blog di Pulau Madura. Kegiatan diakhiri sekitar jam 11 malam setelah semua komunitas mendapat gilirannya untuk berbagi.</p>
<h2>Kampung Batik Laweyan</h2>
<p>Pagi harinya kami dijemput Pakde Bloenthank untuk melakukan wisata sejarah di kampung Batik Laweyan. Kampung batik Laweyan sudah ada sejak abad XV dan dari kampung ini pula lahir K.H. Samanhudi, salah satu tokoh pergerakan nasional  yang melawan penjajahan.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxL3yV5RII/AAAAAAAAFRs/mh0w8RiNWPY/s400/IMG_0057%20%28Large%29.JPG" alt="" width="300" height="400" /><br />
Kami diantar ke kampung batik Laweyan dengan menggunakan becak. Dengan becak kami bisa menikmati pemandangan yang disuguhkan Kota Solo, kota dengan banyak bangunan lamanya yang masih terawat.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxMA2NGhTI/AAAAAAAAFR8/_HQlBtBnt0E/s400/IMG_0059%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /><br />
Sesampainya di <a href="http://www.putra-laweyan.co.id/" target="_blank">Batik Putra Laweyan</a>, <em>meeting point</em> dengan komunitas lain, kami langsung disuguhkan minuman tradisional dan setoples ampyang. Langsung laris pada saat itu juga. Apalagi setelah leker pisang nan lezat juga menemani pagi itu.</p>
<p>Setelah semua peserta datang dimulailah perjalanan tur kampung batik Laweyan. Rute dimulai dari melihat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibuat bekerjasama dengan GTZ, Jerman untuk mengurangi pencemaran dari limbah proses pembuatan batik.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TBxMXPFuTnI/AAAAAAAAFS0/-sebLAUpeNs/s400/IMG_0068%20%28Large%29.JPG" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TB18uuEZr-I/AAAAAAAAFX8/fcNBvI3CzCk/s400/gang_pepeng%20%28Medium%29.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Lalu kita diajak untuk menelusuri dalamnya kampung batik laweyan yang didominasi oleh gang-gang sempit dan dinding-dinding rumah yang tinggi. Dinding rumah yang tinggi dibuat untuk alasan &#8220;keamanan ekonomi&#8221;. Dinding yang tinggi mencegah racikan batik atau corak batiknya dilihat oleh orang lain. Didalam satu rumah biasanya ada proses nulis batik, <em>nyanting </em>sampai dengan setrika batik.</p>
<p>Jalan-jalan yang sempit diantara rumah pengusaha batik inipun ada cerita uniknya. Konon bila ada maling masuk, satu kampung lampunya akan dipadamkan. Maling yang hendak lari biasanya nabrak tembok yang sempit-sempit itu dan tau-tau sudah klenger.</p>
<p>Nuansa Islam sangat kental di kampung batik ini. Nuansa ini terlihat dengan adanya Masjid yang dikenal sebagai Masjid Laweyan  yang dibangun pada tahun 1546 Masehi. Masjid ini awalnya adalah sebuah sanggar yang oleh pemiliknya (Kyai Ageng Beluk) diubah menjadi sebuah masjid untuk menunjang dakwahnya.</p>
<p>Awalnya batik dikampung ini dikenalkan oleh Kyai Ageng Henis yang memang menyukai kesenian. Beliau juga mengajarkan cara membuat batik pada masyarakat setempat. Pengaruh beliau membuat Laweyan yang awalnya memproduksi kain tenun berubah menjadi produsen batik. Kyai Ageng Henis masuk beragama Islam setelah bertemu dengan Sunan Kalijaga.</p>
<p>Dulunya Laweyan menjadi salah satu kota perdagangan yang maju karena letaknya yang strategis. Saking stragesinya sampai dibangun sebuah pelabuhan yang berada pada sisi selatan kampung dan disebelah timur masjid di pinggir Kali Kabangan yang saat ini sudah tidak dapat ditemukan peninggalannya.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TB18xrt4-qI/AAAAAAAAFYM/KN9eg0-W14c/s400/bunker_pepeng%20%28Medium%29.jpg" alt="" width="300" height="400" /><br />
Pada jaman perlawanan terhadap penjajah Belanda, pada tahun 1905 muncul Serikat Dagang Islam (SDI) yang diprakarsai oleh K.H Samanhudi yang juga menjadi salah satu saudagar batik pada saat itu. Pada saat itu SDI dibuat untuk menyatukan saudagar batik muslim yang ada di Laweyan untuk menghadapi Belanda. Dibeberapa rumahpun terdapat bunker yang berguna untuk perlindungan disaat serangan.</p>
<p>Industri batik tulis dan cap di Laweyan sempat sangat turun ketika batik-batik sablon mulai masuk. Proses pembuatan batik yang lebih cepat dan massal membuat harga batik sablon menjadi lebih murah.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TB18wLSk5iI/AAAAAAAAFYE/hjz_FnDVRss/s400/batik_pepeng%20%28Medium%29.jpg" alt="" width="300" height="400" /><br />
Namun pada tahun 2000-an industri batik Laweyan pun mulai membaik. Apalagi sejak dibentuknya <a href="http://www.kampoenglaweyan.com/id/" target="_blank">Forum Kampung Batik Laweyan</a> yang mencoba mengangkat potensi wisata kampung cagar budaya ini. Saat ini kita bisa melihat proses pembuatan batik di kampung ini karena pengusaha batik di Laweyan saat ini juga membuka showroomnya di rumah masing-masing seperti yang terlihat pada showroom Batik Putra Laweyan.</p>
<p>Setelah puas mengelilingi Laweyan akhirnya kita digiring ke acara penutupan SOLO. Para blogger disuguhkan dengan irama keroncong sambil makan siang. Bahkan Danindrapun sempat bernyanyi bersama sang biduan. Sebelum ditutup tim dari Internet Sehat juga sempat mempresentasikan mengenai beberapa fakta penggunaan internet d Indonesia. Para blogger ditantang untuk membuat konten yang positif selama berinternet ria.</p>
<p>Acara sendiri berakhir sekitar jam 2 siang. Terima Kasih untuk teman-teman <a href="http://www.bengawan.org/" target="_blank">bengawan</a> atas jambore blogger-nya yang seru dan penuh dengan kegiatan berbagi. Sampai jumpa di kopi darat berikutnya.</p>
<p>Referensi:</p>
<ul>
<li> Laweyan &#8211; <a href="http://jengjeng.matriphe.com/menelusuri-jejak-sejarah-kampung-batik-laweyan.html" target="_blank">JengJeng Matriphe</a></li>
<li>Foto bunker &amp; pembatik -<a href="http://escoret.net/blog/" target="_blank"> Pepeng Escoret</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/06/20/solo-sharing-komunitas-tur-kampung-laweyan-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kereta Ekonomi</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/02/12/kereta-ekonomi/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/02/12/kereta-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 20:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[
Gak tau kenapa tiba-tiba pengen nulis pas naik kereta ekonomi. Saya hitung sudah 3 kali saya naik kereta ekonomi. Yang pertama waktu mengunjungi Surabaya mengejar Festival Jajanan Bango 2009. Waktu itu sedang malas mengejar bis soalnya sudah jam 10 malam dan liat jadwal kereta ada kereta ekonomi ke Surabaya jam 12 malam. Langsung saja ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://johannesharry.files.wordpress.com/2007/07/kereta-ekonomi-r-bitung-jakarta-1.jpg" alt="" width="400" height="250" /><br />
Gak tau kenapa tiba-tiba pengen nulis pas naik kereta ekonomi. Saya hitung sudah 3 kali saya naik kereta ekonomi. Yang pertama waktu mengunjungi Surabaya mengejar Festival Jajanan Bango 2009. Waktu itu sedang malas mengejar bis soalnya sudah jam 10 malam dan liat jadwal kereta ada kereta ekonomi ke Surabaya jam 12 malam. Langsung saja ke stasiun pake ojeg jam 11 malam.</p>
<p>Harga tiket ekonomi ke Surabaya kalau tidak salah belasan ribu. Saya sudah lupa tapi kelihatannya tidak sampai 20.000. Pengalaman pertama naik kereta ekonomi penuh perjuangan karena pada akhir pekan kereta ini sangatlah penuh.<span id="more-363"></span></p>
<p>Untung kebiasa tidur dilantai waktu naik kereta kelas bisnis jadi tidak ada masalah. Yang mengagumkan adalah walau banyak penumpang bergelimpangan tidur dilantai tetapi penjual yang berseliweran didalam kereta bisa saja menemukan ruang untuk berjalan boalk-balik menjajakan dagangannya.</p>
<p>Pengalaman yang kedua dan ketiga sewaktu terakhir pulang ke Jakarta. Karena hari biasa ternyata kereta kosong. Jadi bisa tidur selonjoran di kursi kereta. Rasanya lumayan nikmat. Semarang &#8211; Jakarta yang hampir 600 Km itu hanya menghabiskan 25.000 perak. Lebih mahal naik ojeg dari Stasiun Senen ke rumah di Cipulir, Kebayoran Lama yang menghabiskan 40.000.</p>
<p>Soal kenyamanan memang no sekian, namanya juga ekonomi. Tetapi memang kita bisa bercermin pada banyaknya orang-orang yang sangat tangguh bertahan hidup didalam kereta ini.</p>
<p>PS: postingan di tengah tidak bisa tidur &amp; gambar diambil dari <a href="http://johannesharry.wordpress.com" target="_blank">blog Johanes Harry </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/02/12/kereta-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEAJAIBAN  DUNIA BERNAMA KOMODO</title>
		<link>http://blog.didut.net/2009/06/27/keajaiban-dunia-bernama-komodo/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2009/06/27/keajaiban-dunia-bernama-komodo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 08:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Bubu Awards]]></category>
		<category><![CDATA[Komodo]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Komodo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[
Apa yang tergambar dibenak kamu ketika melihat gambar diatas? Besar? Menakutkan?
Tetapi saya tahu dibenak Peter Ouwens -Direktur museum zoologi di Bogor– pasti amat gembira menemukan salah satu jenis binatang yang sangat langka ini sekitar tahun 1912.
KOMODO,  THE DRAGON
Ya, bukan orang Indonesia yang menemukan komodo untuk pertamakali, tetapi  seseorang dari Eropa yang bernama Peter Ouwens.  Bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SkWfdiw9LUI/AAAAAAAACV4/mGTW8R0KBi0/s800/komodo1.jpg" alt="" width="300" height="210" /></p>
<p>Apa yang tergambar dibenak kamu ketika melihat gambar diatas? Besar? Menakutkan?</p>
<p>Tetapi saya tahu dibenak Peter Ouwens -<em>Direktur museum zoologi di Bogor</em>– pasti amat gembira menemukan salah satu jenis binatang yang sangat langka ini sekitar tahun 1912.</p>
<p><strong>KOMODO,  <em>THE DRAGON</em></strong></p>
<p>Ya, bukan orang Indonesia yang menemukan komodo untuk pertamakali, tetapi  seseorang dari Eropa yang bernama Peter Ouwens.  Bahkan nama komodo diberikan juga oleh seseorang yang berasal dari Eropa – W. Douglas Burden.</p>
<p>Kalau dikatakan komodo adalah seekor kadal, hal tersebut bisa dibenarkan karena  komodo masuk dalam family biawak<em> varanidae dank lad toxicofera</em>. Sehingga bisa dikatakan komodo adalah kadal terbesar di seluruh dunia dengan ukurannya yang mencapai 3 meter.</p>
<blockquote><p>Kenapa tubuh mereka bisa menjadi sangat besar?</p></blockquote>
<p>Tubuh seekor komodo bisa menjadi sangat besar karena munculnya gejala gigantisme pulau dimana tubuh hewan bisa menjadi sangat besar karena hidup di pulau yang kecil dimana tidak ada mamalia karnivora dipulau yang mereka diami.</p>
<p>Karena rentan kepunahan akhirnya <em>International Union for Conservation of Nature and Natural Resources</em> (IUCN) telah memasukkan komodo sebagai salah satu hewan langka yang wajib untuk dilindungi.  Oleh sebab itu pada tahun  1980, Indonesia memasukkan pulau komodo sebagai sebuah taman nasional.<span id="more-216"></span></p>
<p><strong>EKOWISATA</strong></p>
<blockquote><p>Saya harus mengunjungi Taman Nasional Komodo untuk melihat salah satu keajaiban dunia karena mungkin saya tidak bisa mempunyai kesempatan ini lagi di masa yang akan datang</p>
<p>~<em><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=564965266&amp;hiq=daan,sanders" target="_blank">Daan Sanders</a>, teman  dari Belgia</em>~</p></blockquote>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SkWfboHlz3I/AAAAAAAACVw/RA4OG6VQIss/s400/komodo-map.jpg" alt="" width="400" height="323" /></p>
<p>Harus diakui, Taman Nasional Komodo belum menjadi tujuan wisata yang umum bagi wisatawan lokal Indonesia. Hal ini muncul karena <em>ecotourism</em> -<em>dalam bahasa indonesianya disebut ekowisata</em>- belum begitu populer di mata wisatawan lokal.  Padahal ekowisata mempunyai kelebihan-kelebihan tersendiri dibandingkan dengan wisata masal yang biasa dikoordinasi oleh sebuah travel agent.</p>
<p>Dengan ekowisata, kita bisa lebih berinteraksi dengan lingkungan sekitar karena kita melakukan wisata dengan jumlah peserta yang tidak banyak sehingga interaksi dengan penduduk dan alam sekitar dapat lebih terbuka lebih luas.</p>
<p>Selain itu  ekowisata juga menjaga seminimal mungkin  kerusakan alam yang mungkin ditimbulkan oleh pengunjung . Biasanya wisatawan masal kurang bisa menjaga keaslian alam yang mereka kunjungi seperti membuang sampah sembarangan atau merusak pohon sekitar. Dengan ber-ekowisata, pemandu bisa lebih leluasa untuk mengedukasi pengunjung bagaimana memperlakukan alam secara lebih baik ketika berkunjung.</p>
<p><strong>CARA MENUJU KE TAMAN NASIONAL KOMODO</strong></p>
<p>Dengan letaknya yang berada diantara Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, memang dibutuhkan sedikit usaha lebih untuk mencapai Taman Nasional Komodo dibandingkan untuk mencapai tempat wisata masal lainnya.</p>
<p>Pulau Komodo dapat dicapai dengan kapal speedboat melalui Kota Labuhan Bajo, kota yang terletak paling barat dari Pulau Flores. Kota Labuhan Bajo sendiri bisa dicapai dengan perjalanan darat dari Ende, Flores yang biasanya dapat dicapai dengan menggunakan penerbangan.</p>
<p>Bila kamu tidak mempunyai banyak uang, kamu bisa menggunakan bis dan kapal feri yang berangkat dari Denpasar dan menghabiskan waktu sekitar 36 jam sampai Labuhan Bajo.  Memang kelihatannya jauh dan sangat lama jarak yang harus ditempuh tetapi <em>worth</em> untuk dicoba untuk melihat salah satu keajaiban dunia dalam dunia binatang.</p>
<p>Menunggu seekor komodo yang muncul memang bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi wisatawan dan akan lebih aman bila kita mengejar komodo dipandu oleh petugas jagawana dari Taman Nasional Komodo.</p>
<p>Saat ini kita tidak perlu lagi memancing komodo untuk muncul, karena komodo sangat mudah ditemukan.  Dimasa lalu wisatawan menggunakan potongan daging yang membusuk untuk memancing sang komodo keluar, tetapi sebaiknya  cara tersebut tidak diguankan karena bisa membuat sang komodo menjadi malas mencari makanannya sendiri.</p>
<p><strong>WISATA BAHARI</strong></p>
<p><em>Gak afdol</em> rasanya kalau sudah jauh-jauh ke Pulau Komodo tetapi tidak menjajal keindahan lautnya. Apalagi titik penyelaman disekitar Pulau Rinca masuk peringkat kedua setelah Raja Ampat untuk soal kelestarian lokasi dan juga mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk mencapai lokasi bawah air.</p>
<p>Lokasi penyelaman yang   komplit perpaduan antara keanekaragaman terumbu karang,  biota laut dan  arus yang kuat tentu menarik adrenalin pencinta wisata dalam laut karena menjadi tantangan tersendiri untuk menaklukannya. Dengan arus yang kuat tentu saja penyelaman di sekitar Pulau Rinca tidak direkomendasikan untuk para penyelam pemula.</p>
<p>Sajian  utama dari titik penyelaman di Pulau Rinca terdiri dari  hiu paus, pari manta, aneka bentukan atau formasi dasar laut sampai dinding dan cerukan terumbu karang. Warna-warna indah akibat pantulan sinar matahari menjadikan suasana bawah laut makin cantik dan eksotik.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SkWsHiG_5RI/AAAAAAAACV8/3exZJBWUa_0/s400/mantaremor.jpg" alt="" width="300" height="400" /></p>
<p>Sebagai <em>highlight</em>, Pari manta bintik putih yang digelari  elang dalam laut  (<em>Aetobatis narinari</em>) dan mempunyai bentang sirip hingga  2,3 m bisa ditemukan di perairan ini. Selain itu kita juga bisa menemukan  apel laut atau tripang merah (<em>Pseudocolchims violaceus</em>), <em>spotfin lionfish</em> (<em>Pteoris antennata</em>), <em>firefish</em> (<em>Nemateleotris magnified</em>), napoleon wrasse dan moray eels (<em>Gymnothoraxfimbriatus</em>).</p>
<p><strong>WISATA ALAM PULAU RINCA</strong></p>
<p>Luangkan waktu lebih dari sehari jika kamu ingin lebih menikmati keaslian dari alam Pulau Komodo.  Penduduk lokal menyediakan fasilitas <em>homestay</em> di rumah mereka karena terbiasa menerima wisatawan lokal maupun mancanegara.</p>
<p>Dengan menginap di rumah penduduk setempat maka ada 2 kesempatan yang kamu dapatkan yaitu biaya berwisata yang murah dan melakukan ekowisata disalah satu tempat wisata terunik didunia karena komodo hanya dapat ditemukan dipulau ini diseluruh dunia.</p>
<p style="text-align: left; ">Kondisi geografis Pulau Rinca yang terbentuk dari aktivitas letusan vulkanik dan  aktivitas tektonik yang membuat dasar laut terangkat membuat pulau ini pantas untuk dijelajahi.<br />
<img class="aligncenter" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SkXL5Yzoj2I/AAAAAAAACWE/gqE9LPNnpno/s400/rincatrek.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
O iya,  ada beberapa tips bila kamu ingin menjelajahi Pulau Rinca:</p>
<ul>
<li>Mulailah tracking sebelum jam 6 pagi, karena pada pagi haripun pulau ini sudah terasa panas.</li>
<li>Menggunakan pakaian yang ringan dan tidak menyerap panas</li>
<li>Membawa air minum yang memadai</li>
<li>Selain komodo dewasa, kamu bisa melihat kumpulan rusa dan komodo yang belum dewasa. Karena komodo termasuk binatang kanibal, jadi komodo yang belum dewasa terpisahkan dan biasanya hidup didekat pepohonan.</li>
</ul>
<p>Sayapun masih bermimpi untuk  mempunyai kesempatan yang sama dengan teman-teman lain yang sudah sempat mencicipi pemandangan Taman Nasional Komodo. Kata teman saya Daan, kamu tidak usah keluar negri sebelum menghabiskan melihat pemandangan yang ada di Indonesia karena kekayaan alam Indonesia amat sukar untuk ditandingi keindahannya.</p>
<p><strong>VOTE PULAU KOMODO</strong></p>
<p>Saat ini Taman Nasional Komodo masuk sebagai salah satu nominasi dalam pemilihan <em><a href="http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/" target="_blank">New 7 Wonders of Nature Campaign</a></em> – 7 Keajaiban Alam Baru. Kampanye ini diselenggarakan oleh The New 7 Wonders Foundation.</p>
<p>Sebagai satu-satunya tempat dimana kita dapat melihat komodo hidup dan berkembang biak didunia, maka pantaslah Taman Nasional Komodo diangkat oleh <a href="http://bubuawards.com" target="_blank">Bubu Awards</a> sebagai tema kompetisi blog tahun ini dalam rangka <a href="http://www.indonesia.travel/" target="_blank"><em>Indonesia Visit Years 2009</em></a> .</p>
<p>Sumber Informasi:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.forumselam.com/viewtopic.php?t=729&amp;sid=9e03945af71ee747ee86928c8125243b" target="_blank">Forum Selam</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komodo" target="_blank">Wiki Indonesia</a></li>
</ul>
<p>Sumber Gambar:</p>
<ul>
<li><a href="http://rioardi.wordpress.com/2009/03/25/semua-posting-saksi-sejarah-atas-kepunahan-dinosaurus-komodo-dragon" target="_blank">Blog Riorardi</a></li>
<li><a href="http://www.komodotours.com/images/komodo-map.jpg" target="_blank">Komodo Tours</a></li>
<li><a href="http://img18.imageshack.us/img18/7040/mantaremor.jpg" target="_blank">Imageshacks</a></li>
<li><a href="http://www.labuanbajo-flores.com" target="_blank">Labuhan Bajo</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2009/06/27/keajaiban-dunia-bernama-komodo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Road Trip Hari Pertama</title>
		<link>http://blog.didut.net/2008/11/19/road-trip-hari-pertama/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2008/11/19/road-trip-hari-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 16:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[cah andong]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[pesta blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya berangkat jam setengah 11. Mendung sudah menggelayut sejak dari Semarang. Lagu-lagu romans kahitna mendengung ditelinga menemani raungan bebek saya yang saya paksa ke gigi 4 kalau ada kesempatan.
Mampir di muntilan sebentar untuk ngasih oleh-oleh ke adek diasrama buat menemani dia belajar ujian bulan ini. Melihat awan berat begitu langsung pasang ancang-ancang pakai jas ujan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya berangkat jam setengah 11. Mendung sudah menggelayut sejak dari Semarang. Lagu-lagu romans kahitna mendengung ditelinga menemani raungan bebek saya yang saya paksa ke gigi 4 kalau ada kesempatan.</p>
<p>Mampir di muntilan sebentar untuk ngasih oleh-oleh ke adek diasrama buat menemani dia belajar ujian bulan ini. Melihat awan berat begitu langsung pasang ancang-ancang pakai jas ujan. Betul aja hujan langsung deras banget. Untung bebek masih ok dan jas ujan juga mantep hehe~<br />
<a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/oqYWzPByNMGfuJTZwDEuwA"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SSQ2OcHBGnI/AAAAAAAABEQ/-moSM1p4G9E/s288/IMG_0123%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Begitu sampai di rumah tebengan eh <a href="http://chikastuff.wordpress.com/" target="_blank">chika</a> <span style="text-decoration: line-through;">yang bukan dari bandung</span> nelpon, ngajakin kopdar-an di hotel. Abis bersih-bersih langsung melesat ke hotel melia tempat tim pesta blogger menginap. Si <span style="text-decoration: line-through;">kecil bantet</span> krisbi juga ikutan dan gak ketinggalan si <a href="http://dimasnovriandi.com/" target="_blank">Dimas</a> yang baru ulang tahun kemarin juga hihi~<span id="more-42"></span></p>
<p>Ditraktir dimas di sate ayam podomoro (thanks ya dim) soalnya dimas masih melapar. Abis dari hotel, balik ke rumah tebengan lagi soalnya capek berat belum istirahat sejak dari Semarang.</p>
<p>Sempat tertidur sebentar, terus ikut Gathering Blogger Jogja untuk menyambut blogger-blogger asing yang ikutan <a href="http://pestablogger.com/2008/11/19/bali-trip-2nd-day/" target="_blank">road trip pesta blogger</a>. Semeja dengan si <a href="http://micketymoc.mchronicles.net/" target="_blank">Mike dari Filipina</a>. Orangnya asyik diajak ngobrol. Kita ngobrol dari makanan sampai isu isu agama.<br />
<a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/1-aQK2htHw7uuvTFax25Qg"><img src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SSQ2Or6z5GI/AAAAAAAABEw/GF3scjpV948/s288/IMG_0128%20%28Medium%29.JPG" alt="" /></a><br />
Thanks yah buat chika &amp; <a href="http://cahandong.org" target="_blank">cah andong</a> buat undangan makan-makannya malam ini. Sekarang istirahat dulu dah buat ke Jakarta besok <img src='http://blog.didut.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2008/11/19/road-trip-hari-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Road Trip</title>
		<link>http://blog.didut.net/2008/11/19/road-trip/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2008/11/19/road-trip/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 00:05:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Kalau pesta blogger punya road trip saya juga punya road trip sendiri. Saya akan usahakan road trip ala didut diupdate setiap hari menuju pesta blogger nantinya  
Padahal mau berangkat jam 10 pagi ini ke Jogja naik motor tapi sampai saat ini (jam 07.00) belum packing dan beberes, malah ngeplurk terus hihi~
Tapi kalo cowok gampang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/8hgQYHo-9bpL72IJGr_ZcA?authkey=mPEb_WuY-yU"><img class="alignleft" style="float: left;" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/SSNXbEWP1lI/AAAAAAAABEE/Z94VOr_uQPc/s144/TravelMedicineSuitcase.jpg" alt="" /></a>Kalau <a href="http://pestablogger.com" target="_blank">pesta blogger</a> punya <em>road trip</em> saya juga punya <em>road trip</em> sendiri. Saya akan usahakan <em>road trip</em> ala didut diupdate setiap hari menuju pesta blogger nantinya <img src='http://blog.didut.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Padahal mau berangkat jam 10 pagi ini ke Jogja naik motor tapi sampai saat ini (jam 07.00) belum packing dan beberes, malah ngeplurk terus hihi~</p>
<p>Tapi kalo cowok gampang kali yah packingnya, gak ribet. Gak bisa bayangin kalau cewek yang berangkat bepergian <img src='http://blog.didut.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Belum sampai Jakarta tapi sudah melapar membayangkan masakan bunda di Jakarta nanti.</p>
<p>Sampai jumpa dipostingan berikutnya yah <img src='http://blog.didut.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2008/11/19/road-trip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
