<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Will you keep on dreaming or live your dream</title>
	<atom:link href="http://blog.didut.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.didut.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Aug 2010 02:19:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Catatan Kopdar Bulan Agustus</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/08/27/catatan-kopdar-bulan-agustus/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/08/27/catatan-kopdar-bulan-agustus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 00:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[Anang Pradipta]]></category>
		<category><![CDATA[BDI]]></category>
		<category><![CDATA[Budiono Darsono]]></category>
		<category><![CDATA[GantiBaju.com]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi Darat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Tidak tau kenapa tapi akhir-akhir ini otak saya mentok kalau disuruh posting soal kopi darat. Mungkin karena kopdar sudah jadi keseharian dalam hidup hihihi~ #gaya #lebay
Kopi Darat dengan @unwinged
Walau si Anang ini orang Semarang dan rumahnya dekat dengan rumah saya (&#8230;)</p><p><a href="http://blog.didut.net/2010/08/27/catatan-kopdar-bulan-agustus/">Read the rest of this entry &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak tau kenapa tapi akhir-akhir ini otak saya mentok kalau disuruh posting soal kopi darat. Mungkin karena kopdar sudah jadi keseharian dalam hidup hihihi~ #gaya #lebay</p>
<p><strong>Kopi Darat dengan </strong><a href="http://twitter.com/unwinged" target="_blank"><strong>@unwinged</strong></a><br />
Walau si Anang ini orang Semarang dan rumahnya dekat dengan rumah saya di Semarang tapi sebelumnya memang hanya tau didunia maya. Sebelum ini saya tahunya dia suami dari si Ollie pemilik <a href="http://kutukutubuku.com/" target="_blank">kutukutubuku</a>.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TG6eamoPHUI/AAAAAAAAF9U/BIY1augL-ZU/s400/didepan.jpg" alt="" width="400" height="268" /><br />
<span id="more-595"></span>Akhirnya bulan ini kita berhasil geret Anang untuk <a href="http://www.rotifresh.net/2010/08/road-to-campus-entrepreneurhip-based-on-community/" target="_blank">sharing di RoTIFreSh</a>. Dia sharing bagaimana membangun GantiBaju sebuah toko online berjualan kaos <del datetime="2010-08-27T00:19:48+00:00">yang sebetulnya bukan jualan kaos saja</del> yang membangun designnya lewat komunitas yang mereka bentuk.</p>
<p>Dan untungnya si Anang tidak langsung pulang ke Jakarta. Jadilah kita selama beberapa kali kopdar <em>brainstorming</em> sampai subuh. Lumayan selama Anang di SMG jadi dapat konsep buat RoTIFreSh tahun II.</p>
<p><strong>Kopi Darat dengan </strong><a href="http://twitter.com/budionodarsono" target="_blank"><strong>@budionodarsono</strong></a><strong><br />
</strong> Nah yang ini lebih mantap lagi. Karena Pak Budiono Darsono (BDI) mau mampir ke SMG, dijawil lah sama Mbak <a href="http://twitter.com/wiewae" target="_blank">@wiewae</a> dan akhirnya kita bisa bikin kopdar dengan beliau dengan beberapa komunitas di Semarang.</p>
<p>Kalau ada yang belum tau BDI, beliau adalah salah satu pendiri dan pemilik <a href="http://detik.com" target="_blank">Detik[dot]com</a>-salah satu portal berita terbesar di Indonesia.</p>
<p>Kopi darat dengan BDI ini gila-gilaan karena BDI sangat ramah dengan kita yang masih muda-muda ini. Kopdar kita awali di TungDeBlang Resto supaya ngobrolnya enak dan bisa menampung banyak orang. Dan memang Pak Budiono ini seru banget buat diajak sharing.</p>
<p>Ternyata BDI pengen kuliner jalanan saja yang asli Semarang, maka lanjutlah kita ke Warung Es Marem. Es Marem sejenis es campur tapi berjualan dari sore hingga larut malam. Nanti saya cerita di <a href="http://blog.tukangmakan.com" target="_blank">TukangMakan</a> deh.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/THcIiy-dmtI/AAAAAAAAGAE/lFpgCL22xDo/s400/BDI.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">Mejeng bareng Pak Budiono Darsono di Simpang 5 </p></div>
<p>Tidak puas di es marem kita berlanjut ke <a href="http://blog.tukangmakan.com/2009/04/02/nasi-ayam-simpang-lima/" target="_blank">Nasi Ayam di Simpang Lima</a>. Nasi ayam ini memang buka larut malam hingga subuh jadi cocok untuk melanjutkan obrolan yang terus mengalir lancar.</p>
<p>Akhirnya kita putuskan kopdarnya dihentikan di Simpang Lima karena beliau harus presentasi besok paginya. Tetapi sembari mengantar beliau ke hotel kita mampir lagi untuk kopdar sesaat dengan Alvien Lie-salah satu politikus dari Semarang.</p>
<p>Gara-gara @unwinged &amp; pak @budionodarsono saya jadi terbiasa untuk bangun malam-malam walau tidak berpuasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/08/27/catatan-kopdar-bulan-agustus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rendezvous With Fung Permadi</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/08/03/rendezvous-with-fung-permadi/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/08/03/rendezvous-with-fung-permadi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 01:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bulutangkis]]></category>
		<category><![CDATA[Audisi PB Djarum]]></category>
		<category><![CDATA[Djarum]]></category>
		<category><![CDATA[Fung Permadi]]></category>
		<category><![CDATA[PB Djarum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[Kalau tidak sebagai blogger kapan lagi punya kesempatan untuk bertemu dengan bintang bulutangkis Indonesia saat ini ataupun dimasa lalu. Salah satu mantan bintang bulutangkis Indonesia yang sempat saya temui sewaktu berkunjung ke PB Djarum adalah Fung Permadi.
Sayangnya  karir beliau (&#8230;)</p><p><a href="http://blog.didut.net/2010/08/03/rendezvous-with-fung-permadi/">Read the rest of this entry &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau tidak sebagai blogger kapan lagi punya kesempatan untuk bertemu dengan bintang bulutangkis Indonesia saat ini ataupun dimasa lalu. Salah satu mantan bintang bulutangkis Indonesia yang sempat saya temui sewaktu berkunjung ke PB Djarum adalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fung_Permadi" target="_blank">Fung Permadi</a>.</p>
<p>Sayangnya  karir beliau tidak bersinar sewaktu membela Indonesia tetapi malah bersinar sewaktu membela Taiwan sehingga sempat menjadi juara II di Kejuaraan Dunia. Saya pikir itulah pencapaian tertingginya selain juara ke kejuaraan-kejuaraan tingkat asia dan eropa lainnya. Fung Permadi merupakan alumnus PB Djarum dan saat ini memegang posisi <a href="http://www.pbdjarum.com/alumni/view/22" target="_blank">Manager Tim PB Djarum</a>.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFIkVRjbWvI/AAAAAAAAFx8/6x1pj1YLMJs/s400/34146_408083413171_670813171_4527836_4043404_n.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Sangat beruntung saya karena Fung Permadi menyempatkan ngobrol dengan saya, <a href="http://titiw.com" target="_blank">Titiw</a> dan <a href="http://badmintonaddict.wordpress.com/" target="_blank">Widya</a>. Obrolan yang berjalan santai dari soal atlet <a href="http://www.pbdjarum.com/" target="_blank">PB Djarum</a> sampai soal perkembangan bulutangkis di Indonesia yang kita anggap stagnan saat ini. Nikmati percakapannya dibawah ini ya.<span id="more-575"></span></p>
<p><strong>Bloggers (B)</strong>: <em>Untuk atlet-atlet yang berusia remaja berapa kali mereka bertanding dalam setahun?<br />
</em><strong> Fung Permadi (FP)</strong>: Untuk pemain U16 (13-15 tahun), PB Djarum mengirimkan mengirimkan mereka berdasarkan perkembangan yang mereka alami dalam latihan. Termasuk motivasi. Setelah lolos dalam pemantauan barulah diseleksi untuk mengikuti sebuah turnamen. Untuk pemain U16 ini PB Djarum tidak mentargetkan jumlah kompetisi untuk pemain.</p>
<p>Sedangkan untuk pemain tingkat yunior U19 (16 &#8211; 18 tahun) setidaknya mereka bertanding 6 kali dalam setahun termasuk kompetisi diluar negri. Tetapi memang kompetisi diluar Indonesia untuk tingkat yunior masih kurang dibandingkan yang dalam negri. Untuk Sirkuit Nasional saja (yang kebetulan didukung oleh Djarum juga), Indonesia mempunyai 10 kali penyelenggaraan dalam 1 tahun untuk tingkat yunior ini.</p>
<p><strong>B:</strong> <em>Diusia berapakah seorang pemain bisa keluar dari PB Djarum atau misalnya  pindah ke pelatnas?</em><br />
<strong> FP:</strong> Untuk pemain di PB Djarum setiap tahun pasti ada evaluasi terhadap perkembangan mereka. Karena setiap tahunnya ada yang masuk dari  audisi beasiswa PB Djarum pasti ada yang terkena degradasi juga.</p>
<p><strong>B:</strong><em> Latihan seperti apa sih yang mereka dapatkan di PB ini?</em><br />
<strong> FP:</strong> Selain mendapatkan pelatihan dari segi fisik, teknis dan mental, para pemain ini juga mendapatkan pengetahuan umum.  Pelatihan untuk menciptakan kreativitas bagi seorang pemain juga sangat penting. Sisi kreatif ini diperlukan jika atlet dalam posisi mental terpojok (misal dalam sebuah pertandingan) atau terkena masalah, mereka mampu mencari solusi atas kebuntuannya tersebut.</p>
<p><strong>B:</strong> <em>Kalau dari segi fisik dan teknis sebetulnya pemain Indonesia tidak kalah dari pemain dunia lainnya. Tetapi jika didalam sebuah pertandingan mengapa hal tersebut tidak muncul ya? Contoh Ana Rovita yang kalah setelah unggul dari pemain jepang dalam Indonesia Open Super Series 2010 kemarin. Apakah ini karena persoalan mental bertanding?<br />
</em><strong> FP: </strong>Untuk melatih mental dan psikologi seorang pemain memang sudah dirangkap oleh seorang pelatih. Karena pelatih yang paling tahu kondisi dan perkembangan seorang pemain dari hari ke hari termasuk cara berpikir sang pemain.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFIna4bk6wI/AAAAAAAAFyM/TvCQXBKJpkA/s400/0419423620X310.JPG" alt="" width="400" height="289" /><p class="wp-caption-text">Ana Rovita </p></div>
<p>Khusus untuk kasus<a href="http://www.pbdjarum.com/profil/view/89" target="_blank"> Ana Rovita</a>. Ana memang tidak ditargetkan untuk mengikuti Indonesia Open Super Series karena masih masuk daftar tunggu  karena peringkat/rangking yang belum cukup. Untuk pencapaian Ana yang bisa masuk semifinal Indonesia Open Super Series kemarin itu sudah sangat luar biasa.</p>
<p><strong>B: </strong><em>Kembali soal Sirkuit Nasional (SIRNAS), ada dari jenjang usia berapa saja?</em><br />
<strong> FP:</strong> ada dari dewasa (18 tahun keatas) &#8211; taruna (16 &#8211; 18 tahun) &#8211; remaja (13 &#8211; 15 tahun) &#8211; pemula (11 &#8211; 12 tahun) dan terkadang ada kompetisi untuk veteran.</p>
<p><strong>B:</strong> <em>Apa sih yang membedakan PB Djarum dengan PB yang lain sehingga bisa membuat banyak bintang bulutangkis untuk Indonesia?</em><br />
<strong> FP:</strong> Yang membedakan mungkin hanya komitmen. Karena PB Djarum sendiri terus mempertahankan komitmen untuk mengembangkan bulutangkis sejak tahun 1969 (Liem Swie King merupakan atlet pertama yang berprestasi dari PB Djarum). Oleh karena itu segala sesuatu mengenai bulutangkis pasti kita usahakan secara sungguh-sungguh.</p>
<p><strong>B: </strong><em>Kembali soal PB Djarum nih, untuk 1 orang pelatih mereka melatih berapa pemain disini?</em><br />
<strong> FP: </strong>1 orang pelatih saat ini melatih 12 pemain dengan 1 orang asisten untuk tingkat yunior. Tetapi untuk tingkat dewasa 1 pelatih hanya melatih 6 pemain (komposisi ideal).</p>
<p><strong>B: </strong><em>Faktor apa yang membuat pelatnas mengambil atlet dari sebuah PB seperti PB DJarum?</em><br />
<strong> FP:</strong> Biasanya tergantung usia pemain juga. Walau sangat berprestasi tetapi sudah 24 atau 25 tahun pelatnas juga tidak akan mengambil. Normalnya seorang pemain bisa menjadi pemain pelatnas melalui seleksi nasional yang diadakan setiap tahunnya.</p>
<p><strong>B:</strong><em> Kenapa audisi PB Djarum sampai saat ini masih diadakan di Kudus, tidak melakukan jemput bola untuk menseleksi calon-calon atlet yang berprestasi diluar Kudus?</em><br />
<strong> FP:</strong> Selain karena fasilitas yang belum memadai untuk melakukan audisi diluar Kudus juga kita berusaha untuk memelihara nilai sejarah dari PB Djarum. Karena PB Djarum dimulai dari Kota Kudus.</p>
<p><strong>B:</strong><em> Pertanyaan yang cukup klasik dari kami, kenapa sih prestasi bulutangkis Indonesia saat ini menurun drastis?</em><br />
<strong> FP:</strong> Sebetulnya semua negara yang kuat dalam bulutangkis seperti China pun mengalami penurunan prestasi tetapi memang China mengalami penurunan yang lebih lambat dibandingkan dengan yang lain.</p>
<p>Karena untuk sistem point saat ini yang penting kuat dan cepat mendapatkan point. Nilai artistik dan teknis dari sebuah permainan bulutangkis sudah tidak terlalu dianggap lagi (sedangkan atlet Indonesia kuat dalam teknis bermain). Sistem point yang saat ini berlaku juga sudah dianggap ideal untuk kepentingan sponsor dan mengembangkan bulutangkis ke seluruh dunia.</p>
<p><strong>B:</strong><em> Pertanyaan terakhir pak, ada gak sih atlet PB Djarum yang menonjol atau siap-siap untuk melesat prestasinya?</em><br />
<strong> FP: </strong>Untuk putra kita persiapkan <a href="http://www.pbdjarum.com/profil/view/84" target="_blank">Riyanto Subagja (17 tahun)</a>, untuk putri kita sebenarnya sudah bersiap untuk kosong tahun ini tetapi tiba-tiba Ana Rovita melesat melalui Indonesia Open Super Series kemarin.</p>
<p>Fung Permadi menurut saya  sungguh merupakan sebuah pribadi yang ramah. Ditengah obrolan kami beliau masih  sempat bercanda mengenai istilah pemain setengah dewa (yang saat ini disematkan pada Lin Dan &#8211; pemain no 1 di China saat ini).</p>
<p>Well, inilah postingan terakhir saya mengenai PB Djarum. Sungguh merupakan pengalaman yang berharga melihat perjuangan atlet-atlet bulutangkis muda disana. Setidaknya saya belajar untuk menghargai seorang atlet karena perjalanan mereka sungguh tidak mudah untuk mencapai posisi yang terbaik didunia.</p>
<p><em>Picture Cortesy</em>:</p>
<ul>
<li><a href="http://titiw.com" target="_blank">Titiw</a></li>
<li><a href="http://kompas.com" target="_blank">Kompas</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/08/03/rendezvous-with-fung-permadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Balada #TweetSMS</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/07/29/balada-tweetsms/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/07/29/balada-tweetsms/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 05:33:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tweet SMS]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Dijaman sekarang sepertinya susah sekali tahan godaan melihat orang disekeliling kita menggunakan gadget keluaran terbaru tetapi kita tetap menggunakan HP yang baik dan fungsional  walau hanya bisa untuk telpon dan SMS.
Apalagi twitter sekarang sedang menggila. Dimana-mana otang nge-tweet, gak (&#8230;)</p><p><a href="http://blog.didut.net/2010/07/29/balada-tweetsms/">Read the rest of this entry &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dijaman sekarang sepertinya susah sekali tahan godaan melihat orang disekeliling kita menggunakan gadget keluaran terbaru tetapi kita tetap menggunakan HP yang baik dan fungsional  walau hanya bisa untuk telpon dan SMS.</p>
<p>Apalagi twitter sekarang sedang menggila. Dimana-mana otang nge-tweet, gak lagi nunggu bis kota atau bahkan didalam bajaj sekalipun. Sepertinya kita bakal terkungkung kalau tidak bisa nge-tweet.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/l0Zp-2yt7HLjWHqQ9v5Uprq3gG7p_dzefWXktuaKXdc?feat=embedwebsite"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFEQm5NOO5I/AAAAAAAAFw0/ssnfGy8xb0E/s288/Twitter-bird-SMS-tweets-shekhar-sahu-whitehatandroid.jpg" alt="" /></a><br />
<span id="more-559"></span>Tapi tenang saja, jaman sekarang orangpun bisa ngetweet lewat SMS walau memang tidak se-fleksibel orang yang ngetweet lewat <em>smart phone</em> atau gadget keluaran terbaru. Tapi yang penting kita tetep eksis khan?</p>
<p>Jadi begini caranya:</p>
<ul>
<li>Pertama login ke www.twitter.com</li>
<li>Klik Settings</li>
<li>Klik Mobile</li>
<li>Pilih negara: Indonesia</li>
<li>Masukkan nomor HP lengkap dengan kode negara, contoh: +62855xxxxxxx</li>
<li>Pilih Carrier: Indosat</li>
<li>Klik Start</li>
<li>Ikuti petunjuk di website Twitter untuk langkah selanjutnya.</li>
<li>Twitter akan meminta pengguna untuk mengirimkan SMS ke 89887 (TWTTR) dengan keyword GO</li>
</ul>
<p>Nah tentu saja ada beberapa kelemahan menggunakan tweet SMS ini. Kamu hanya bisa melihat update dari ID twitter yang kamu aktifkan melalui SMS. Cara mengaktifkannya dengan mengirim SMS ke no 89887 (TWTTR) dengan format <strong>ON Username</strong> (misal <strong>ON didut</strong>). Untuk tidak memfollow tinggal <strong>OFF Username</strong>.</p>
<p>Setelah meng-ON-kan ID twitter yang diikuti setiap updatenya akan masuk ke inbox SMS tanpa biaya.   Untuk kirim pesan tinggal tulis SMS lalu kirim ke no yang sama. Mention tinggal ketik <strong>@username </strong>lalu ketik pesan. DM ketik <strong>d username</strong>.</p>
<p>Setelah saya menggunakan Tweet SMS ini, kendala yang terbesar adalah jaringan yang kadang-kadang mati entah kenapa. Maksudnya pesan kita tidak bisa terkirimkan.</p>
<p>Mungkin namanya juga lewat SMS ya? Tapi paling tidak bisa jadi alternatif kalau kita belum punya <em>smartphone</em>.</p>
<p>Jadi ID twitter kamu apa? Komen dengan id twittermu dan aku follow nanti. #ihik</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/07/29/balada-tweetsms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Travelogue] Berpetualang di  Curug Lawe</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/07/29/travelogue-berpetualang-di-curug-lawe/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/07/29/travelogue-berpetualang-di-curug-lawe/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 00:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar]]></category>
		<category><![CDATA[Loenpia]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>
		<category><![CDATA[Curug Lawe]]></category>
		<category><![CDATA[Hiking]]></category>
		<category><![CDATA[Kalisidi]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Ungaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Jadi 1 minggu yang lalu bersama teman-teman komunitas (Loenpia.net, NasiKucing.com, DotSemarang, SamTUG, VisitSemarang.com), kami mencoba menjelajah Curug Lawe.

Curug Lawe ini tidak jauh dari Semarang, menggunakan motor hanya sekitar 30 menit saja ke arah Kota Ungaran. dari Semarang selepas Banyumanik kita (&#8230;)</p><p><a href="http://blog.didut.net/2010/07/29/travelogue-berpetualang-di-curug-lawe/">Read the rest of this entry &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi 1 minggu yang lalu bersama teman-teman komunitas (Loenpia.net, NasiKucing.com, <a href="http://dotsemarang.blogdetik.com/" target="_blank">DotSemarang</a>, <a href="http://twitter.com/samtug" target="_blank">SamTUG</a>, VisitSemarang.com), kami mencoba menjelajah Curug Lawe.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/MeErjeZQY7wvTUKGlhkhBrq3gG7p_dzefWXktuaKXdc?feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFDEdRtjR9I/AAAAAAAAFvY/HrALEXbej8w/s400/37861_1500869731207_1518091930_1211182_6625064_n.jpg" alt="" /></a><br />
Curug Lawe ini tidak jauh dari Semarang, menggunakan motor hanya sekitar 30 menit saja ke arah Kota Ungaran. dari Semarang selepas Banyumanik kita belok kanan ke arah Gunung Pati. Belokan ini setelah Indomaret di daerah Pudak Payung. Setelah ketemu gerbang UNNES naik sedikit lalu belok kiri ke arah Desa Kalisidi.<span id="more-553"></span></p>
<p>Kalau nyasar tanya saja penduduk setempat pasti tau. Nah, di Desa Kalisidi ini kita menitipkan motor di pemberhentian terakhir lalu dilanjutkan dengan jalan kaki. Jalan kaki sedikit memasuki perkebunan cengkeh lalu belok mengikuti jalur irigasi.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/DN4DnFL-X3kHw8UayaFEALq3gG7p_dzefWXktuaKXdc?feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFDEJ9Q9m3I/AAAAAAAAFuw/feOHQT_Qc-I/s400/35298_450724096619_695856619_6592400_6102987_n.jpg" alt="" /></a><br />
Dijalur irigasi ini ada jalan setapak yang bisa dilewati hingga mendekati jalan naik ke Curug Lawe. Jalan setapak ini sih mulus tapi kewaspadaan tidak boleh hilang karena disamping kiri ternyata jurang. Dibeberapa tempat kita tidak berhadapan langsung dengan jurang karena masih ada tanah pijak tetapi di banyak tempat kita langsung berhadapan jurang.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/D_ydQiyABllFuArR4Kif8rq3gG7p_dzefWXktuaKXdc?feat=embedwebsite"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFDEPxAzElI/AAAAAAAAFu4/E1TKMgpSk-4/s400/38349_450717706619_695856619_6592220_7521029_n.jpg" alt="" /></a></p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/OFQOydQrVpeT-4jF_JTXgrq3gG7p_dzefWXktuaKXdc?feat=embedwebsite"><img src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFDEhH5zaVI/AAAAAAAAFvg/25-0kY9UGm0/s400/34664_1500873811309_1518091930_1211222_819061_n.jpg" alt="" /></a><br />
Alhasil saya yang tidak suka dengan ketinggian selalu pasang badan ke kanan (jalur irigasi yang dangkal) untuk menjaga keamanan. Setelah bertemu pintu kanal perjalanan menanjakpun dimulai.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/vpyduLarG7-CAdD8dlDyYrq3gG7p_dzefWXktuaKXdc?feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFDETO5YUmI/AAAAAAAAFvA/SMuVJAMZLKQ/s400/38181_450721511619_695856619_6592325_8019068_n.jpg" alt="" /></a><br />
Tidak terlalu berat sih tetapi perjalanan ini cukup panjang. Saya suka jalur perjalanan ini karena melewati banyak sungai dengan air yang sangat jernih dan segar. Saya selalu berhenti untuk membasuh muka dan kepala karena air gunung ini sangatlah segar.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/mSevJfdUXusR0VRw7oRir7q3gG7p_dzefWXktuaKXdc?feat=embedwebsite"><img src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFDEXjwbsdI/AAAAAAAAFvI/yY4ckd_pljc/s400/35160_450716936619_695856619_6592203_4331936_n.jpg" alt="" /></a><br />
Setellah 2 jam perjalanan santai sampailah kita di Curug Lawe. <em>Wihhhh</em>, rasa penat langsung hilang melihat keindahan alam ini. Pokoknya keren <em>cuyy</em> haha~ . Tidak sia-sia deh melakukan perjalanan hiking ringan ini setelah beberapa tahun tidak pernah hiking.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/RVn1AoJfV3RM5wUC-Wg8tLq3gG7p_dzefWXktuaKXdc?feat=embedwebsite"><img src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFDEaZb_d1I/AAAAAAAAFvQ/DE9Z6u0gWEU/s400/34593_450723086619_695856619_6592374_635908_n.jpg" alt="" /></a><br />
Kita beristirahat sekitar 1 jam di Curug Lawe sebelum turun. Nah jalur turunya ternyata kita naik kearah air terjun, menyebrang, naik sedikit lalu baru turun ke bawah.</p>
<p>Sebetulnya ditengah perjalanan masih ada Curug Benowo tapi karena kebanyakan peserta wanita sudah tidak kuat maka kami putuskan untuk langsung ke bawah saja.</p>
<p><a href="http://picasaweb.google.com/lh/photo/3DOyN0JtCJmRuoTA9pM_4rq3gG7p_dzefWXktuaKXdc?feat=embedwebsite"><img src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TFDEERFkrbI/AAAAAAAAFuo/u_MmMaey7dE/s400/didut_curug.jpg" alt="" /></a><br />
Beberapa peserta kelihatannya jadi sakau buat kopi darat ala hiking seperti ini. Jadi kapan nih kita kopdar-an?</p>
<p>Picture courtesy: <a href="http://fiandigitalphotos.co.cc/" target="_blank">Fian Digital</a> &amp; <a href="http://aaslamdunk.blogspot.com/" target="_blank">Slams</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/07/29/travelogue-berpetualang-di-curug-lawe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Journey Begins</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/07/28/the-journey-begins/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/07/28/the-journey-begins/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 19:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulutangkis]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Audisi PB Djarum]]></category>
		<category><![CDATA[Badminton]]></category>
		<category><![CDATA[Djarum]]></category>
		<category><![CDATA[PB Djarum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Saya mau melanjutkan impresi saya terhadap program dan kegiatan PB Djarum yang saya lihat 2 minggu lalu sewaktu mereka mengadakan audisi PB Djarum untuk tahun 2010.
Perasaan saya yang pertama begitu menginjakkan kaki di hall PB Djarum adalah &#8220;gila, ini  beratus-ratus (&#8230;)</p><p><a href="http://blog.didut.net/2010/07/28/the-journey-begins/">Read the rest of this entry &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau melanjutkan <em>impresi</em> saya terhadap program dan kegiatan <a href="http://www.pbdjarum.com" target="_blank">PB Djarum</a> yang saya lihat 2 minggu lalu sewaktu mereka mengadakan audisi PB Djarum untuk tahun 2010.</p>
<p>Perasaan saya yang pertama begitu menginjakkan kaki di hall PB Djarum adalah &#8220;<em>gila, ini  beratus-ratus anak calon atlet bulutangkis Indonesia berkompetisi untuk mendapatkan beasiswa PB Djarum</em>&#8221;</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TENUn3hHKsI/AAAAAAAAFow/sHOYgfxGVuA/s400/36199_407866398171_670813171_4522245_5181909_n.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Lihat saja gambar yang <a href="http://www.titiw.com/" target="_blank">Titiw</a> ambil dari seberang. Ratusan atlet bulutangkis berusia belia (11-15 tahun)  tumplek jadi satu dengan orang tua yang mengantar mereka untuk audisi.<span id="more-527"></span></p>
<p>Atlet-atlet belia ini memang dari kecil sudah ditempa untuk berhadapan dengan sistem kompetisi yang sangat ketat. Untuk mencetak 1 juara dunia seperti Haryanto Arbi (Juara All England 1993, 1994), memang kompetisi yang panjang dan berjenjang adalah <em>blue print</em>nya.</p>
<p>Audisi PB Djarum menurut saya bisa menjadi langkah awal untuk atlet-atlet belia tersebut untuk menjadi bintang bulutangkis di masa yang datang. Selain jalan yang lain untuk menjadi juara dunia bulutangkis, PD Djarum merupakan idaman atlet belia bulutangkis untuk memulai langkah mereka didunia atlet.</p>
<p>Kenapa saya bisa bilang idaman? Kalau bukan idaman tidak mungkin ada orangtua yang mengantarkan anaknya menempuh perjalanan selama 1 minggu (atau bahkan lebih) ke Kudus hanya untuk mengikuti audisi beasiswa yang seleksinya sangat ketat (<a href="http://www.pbdjarum.com/news/view/679" target="_blank">dari 870 peserta hanya diambil  11 orang</a> &#8211; <em>bayangin aja tuh tingkat kompetisinya</em>).</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TENUqmC54eI/AAAAAAAAFo4/dqDJzg0XTDQ/s400/34233_409312810923_684665923_4709230_3084474_n.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Foto diatas memperlihatkan seorang bapak yang mengantarkan sang anak dari Luwuk, Sulawesi Tenggara menempuh perjalanan 1 minggu melalui perjalanan darat dan laut menuju Kudus.</p>
<p>Saya sempat berbicara dengan salah satu orang tua dari peserta audisi.  Nama beliau Pak Ibnu dan kebetulan beliau datang  dari Semarang. Pak Ibnu mengantarkan putranya Akbar Bayu Saputra yang memang hobby bermain bulutangkis dan saat ini berlatih dengan salah satu klub di Semarang untuk memperkuat keahlian bermain bulutangkisnya.</p>
<p>Pak Ibnu malah tidak terlalu berharap Bayu lolos dalam audisi PB Djarum kali ini karena beliau menganggap bahwa cita-cita Bayu kali ini sangatlah sulit untuk dicapai, seperti pungguk yang merindukan bulan kata beliau.</p>
<p>Tetapi karena tekad Bayu yang sudah sangat bulat, beliau akhirnya luluh juga untuk mengantarkan Bayu beraudisi selama beberapa hari di Kudus.</p>
<p>Bayu bertekad untuk menjadi atlet profesional dan dengan menjadi atlet penerima PB Djarum akan membuat jalan Bayu untuk menjadi atlet profesional menjadi lebih terlihat. Kenapa begitu? Karena jika Bayu lulus menerima beasiswa dan menjadi atlet PB Djarum, Bayu tidak usah memikirkan biaya untuk latihan bulutangkis. Semua biaya untuk berlatih dari peralatan bulutangkis sampai pelatih bisa Bayu dapatkan setiap harinya selama menjadi atlet PB Djarum. Selain itu disediakan juga pelatih-pelatih yang sudah sangat berpengalaman dalam melatih calon atlet masa depan bulutangkis Indonesia.</p>
<p>Di PB Djarum Pak Ibnu juga sudah tidak perlu memikirkan kondisi Bayu karena fasilitas yang diberikan kepada atlet sangat lengkap dengan standar yang sangat tinggi termasuk fasilitas asrama. Pak Ibnu akan merasa tenang meninggalkan Bayu menapak karir atlet bulutangkisnya jika benar-benar lolos dari audisi kali ini.</p>
<p>Sayang sekali Bayu tidak lolos audisi PB Djarum 2010 ini ditahap terakhir (tahap III). Padahal ini tahun II Bayu mengikuti audisi ini. Pak Ibnu sudah tidak terlalu banyak berharap kali ini karena usia Bayu yang sudah menjelang 14 tahun  tetapi kelihatannya Bayu akan terus mencoba hingga usianya sudah mentok tidak bisa mengikuti audisi PB Jarum ini (usia maksimal yang diperbolehkan 15 tahun).</p>
<p>Betul-betul semangat yang luar biasa. Itulah <em>impresi</em> yang saya dapat dari para anak-anak dan orang tua ini selama mengikuti audisi selama 3 hari berturut-turut. Baik orang tua dan sang anak tidak mengenal putus asa walau peluang berhasil sangat-sangatlah kecil. Kebanyakan dari mereka akan terus mencoba di tahn berikutnya walau berasal dari tempat yangs angat jauh seperti Papua. Bahkan beberapa anak masih berada diusia sangat belia (9 tahun), semata-mata memberikan pengalaman dalam merasakan atmosfer kompetisi audisi PB Djarum hingga bisa siap ditahun-tahun berikutya.</p>
<p>Melihat bagaimana sang orang tua selalu memberi semangat setiap sang anak selesai menyelesaikan 1 sesi <em>game</em> maupun <em>trial</em> membuat saya sadar bahwa bintang bulutangkis tidak akan muncul jika tanpa orangtua dibelakangnya yang selalu mendukung sang atlet.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TENUt8DgyEI/AAAAAAAAFpA/hFMZtLA7Tcg/s400/Andrew.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Saya melihat semangat itu juga yang tetap dipertahankan atlet PB Djarum ketika mereka mulai tinggal di asrama. Ketika saya ngobrol dengan <a href="http://www.pbdjarum.com/profil/view/186" target="_blank">Andrew Susanto</a> (13 tahun ) &#8211; yang saya baru tahu ternyata Andrew adalah anak dari Hermawan Susanto &amp; Sarwendah Kusumawardhani &#8211; membuat saya sadar bahwa sedari belia  atlet-atlet PB Djarum sudah dilengkapi dengan fasilitas yang baik dan mental yang terus dibangun untuk menjadi seorang juara.</p>
<p>Andrew mengatakan walau kehidupan di PB Djarum jauh dari kehangatan kedua orangtuanya akan tetapi dia senang untuk berlatih setiap hari untuk menjadi juara dunia yang merupakan cita-citanya disuatu hari kelak.</p>
<p>Perkataan Andrew membuat saya sadar bahwa atlet memang dituntut untuk berusaha lebih keras daripada masyarakat kebanyakan karena seorang atlet hanya dipandang dari prestasinya saja bukan yang lain.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TENUwSGmpaI/AAAAAAAAFpI/YXW3eztjRB8/s400/34052_408082168171_670813171_4527808_5328160_n.jpg" alt="" width="400" height="300" /><br />
Untuk Andrew dan kawan-kawan, mimpi dan perjalanan mereka memang dimulai dari sini di PB Djarum.</p>
<p>Apa mimpimu hari ini kawan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/07/28/the-journey-begins/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekarang Eranya Pemain Tengah</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/07/26/sekarang-eranya-pemain-tengah/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/07/26/sekarang-eranya-pemain-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 08:56:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Khedira]]></category>
		<category><![CDATA[Midfield Player]]></category>
		<category><![CDATA[Pemain Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Schweinsteger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara 3 tim peringkat teratas di piala dunia 2010 menggunakan 2 pemain tengah, peran ini menjadi semerbak harumnya di bursa transfer eropa  musim panas ini.

Ini dimulai dari berhasilnya duet Khedira dan Schweinsteger di barisan Jerman. Khedira yang berposisi agak kebelakang (&#8230;)</p><p><a href="http://blog.didut.net/2010/07/26/sekarang-eranya-pemain-tengah/">Read the rest of this entry &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara 3 tim peringkat teratas di piala dunia 2010 menggunakan 2 pemain tengah, peran ini menjadi semerbak harumnya di bursa transfer eropa  musim panas ini.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TE1JniwCjYI/AAAAAAAAFtA/eaNZQyaMArI/s400/khedira.jpg" alt="" width="295" height="400" /><br />
Ini dimulai dari berhasilnya duet Khedira dan Schweinsteger di barisan Jerman. Khedira yang berposisi agak kebelakang merusak alur penyerangan lawan dan Schweinsteger yang lebih dinamis menjadi dinamo tim panser Jerman untuk memulai serangan.<span id="more-542"></span></p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TE1JmOlld1I/AAAAAAAAFs4/A6659v9SNFg/s400/Schweinsteiger.jpg" alt="" width="300" height="400" /><br />
Jerman sungguh sangat beruntung memiliki Schweinsteger yang oleh Van Gaal diubah posisinya menjadi pemain tengah dari posisi pemain sayap. Saya melihat Schweinsteger menjadi pemain tengah yang amat dinamis dan mampu mengontrol dan mempertahankan bola dengan sangat kuat. Jarang saya melihat pemain tengah seperti Schweinsteger, Xabi Alonso-pun tidak seelegan Schweinsteger saat memegang bola.</p>
<p>Well, untung Schweinsteger berada di Bayern Muenchen yang mempunyai kemampuan finansial cukup kuat sehingga sampai saat ini Schweinsteger masih bisa dipertahankan dari godaan klub besar eropa lainnya.</p>
<p>Lihat saja Khedira yang sudah digoyang Maurinho untuk pindah ke Bernabeu. Maurinho memang membutuhkan Khedira untuk melapis dibelakang Xabi Alonso yang akan lebih menyokong alur penyerangan Real Madrid.</p>
<p>Pemain tengah yang menonjol lainnya tentu saja duo  Barcelona Busquets dan  Xavi. Xavi bisa mengatur ritme permainan di tim matador dengan tenang karena ada Busquets dan Xabi Alonso yang melapisnya.</p>
<p>Jadi selain Khedira siapa pemain tengah yang laris manis di bursa transfer eropa musim panas ini menurutmu?</p>
<p><em>Masih sakaw piala dunia mode on</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/07/26/sekarang-eranya-pemain-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Winner</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/07/15/the-winner/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/07/15/the-winner/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 22:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2010]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[
Dibawah keindahan Soccer City Stadium, akhirnya Piala Dunia 2010 berakhir. Seperti biasa piala dunia penuh dengan drama dan aksi seperti yang tersaji di final Piala Dunia tahun ini. Pertandingan Spanyol melawan Belanda seperti anti klimaks kalau buat saya. Spanyol yang (&#8230;)</p><p><a href="http://blog.didut.net/2010/07/15/the-winner/">Read the rest of this entry &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TD4x_qfb2PI/AAAAAAAAFls/rNhDznNwob0/s400/Soccer%20City%20Stadium.jpg" alt="" width="400" height="256" /><br />
Dibawah keindahan Soccer City Stadium, akhirnya Piala Dunia 2010 berakhir. Seperti biasa piala dunia penuh dengan drama dan aksi seperti yang tersaji di final Piala Dunia tahun ini. Pertandingan Spanyol melawan Belanda seperti anti klimaks kalau buat saya. Spanyol yang bermain sangat indah dan ngotot sewaktu melawan Jerman seperti diredam oleh permainan Belanda yang keras cenderung mendekati  brutal.</p>
<p>Karena saya bukan fans kedua tim, akhirnya saya lebih bisa untuk menikmati pertandingan secara lebih fair. Melihat 2 peluang bersih yang gagal dikonversi menjadi gol oleh Arjen Robben saya agak khawatir juga kalau akhirnya sepakbola pragmatis akan memenangkan piala dunia kali ini.<span id="more-525"></span></p>
<p>Kenapa harus khawatir? Karena kalau Belanda yang memenangkan piala dunia, dunia sepakbola akan melihat bahwa sepak bola pragmatis ala Maurinho yang akan selalu menjadi juara. Dan akibatnya bisa ditebak akan semakin sedikit tim yang memainkan sepakbola menyerang ala Spanyol atau Barcelona.</p>
<p>Spanyol memang pantas untuk menjadi juara untuk Piala Dunia 2010. Walau kalah di pertandingan pertamanya mereka akhirnya bisa memperbaiki diri dan melaju hingga final.</p>
<p>Spanyol juga sudah mengalahkan tim-tim terbaik untuk melaju hingga final dari Portugal hingga Jerman. Dan mereka konsisten dengan sepakbola menyerangnya walau sempat mengubah formasinya ditengah perjalanan menuju final.<br />
<img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TD4yDdd1_JI/AAAAAAAAFl0/ws9s_lqUxyw/s400/SPAIN%20WINNER.jpg" alt="" width="400" height="249" /></p>
<p>Selamat untuk Spanyol dan mari kita tunggu aksi dan drama selanjutnya 2 tahun lagi di Piala Eropa 2012!</p>
<p><em>Picture Courtesy</em>: <a href="http://www.gettyimages.com/EditorialImages/Sport/FIFA?isource=USA_FIFAFrontdoor_mainFeature_FIFACollection" target="_blank">Getty Images</a> &amp; <a href="http://metro.co.uk" target="_blank">Metro UK</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/07/15/the-winner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bintang Bintang Itu</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/07/10/bintang-bintang-itu/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/07/10/bintang-bintang-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 17:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bulutangkis]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Alan Budikusuma]]></category>
		<category><![CDATA[Badminton]]></category>
		<category><![CDATA[Djarum]]></category>
		<category><![CDATA[Djarum Indonesia Open]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Open]]></category>
		<category><![CDATA[Liem Swie King]]></category>
		<category><![CDATA[PB Djarum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Mumpung piala dunia sedang istirahat sebentar, saya mau ngomongin soal cabang olahraga lain yang juga sangat memasyarakat d Indonesia yaitu bulutangkis.
Kok tiba-tiba ngomongin bulutangkis? Nah ini gara-hara hasutan dari twitter dari orang yang saya follow akun twitternya. Diantara mahkluk-mahkluk twitter (&#8230;)</p><p><a href="http://blog.didut.net/2010/07/10/bintang-bintang-itu/">Read the rest of this entry &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mumpung piala dunia sedang istirahat sebentar, saya mau ngomongin soal cabang olahraga lain yang juga sangat memasyarakat d Indonesia yaitu bulutangkis.</p>
<p>Kok tiba-tiba ngomongin bulutangkis? Nah ini gara-hara hasutan dari twitter dari orang yang saya follow akun twitternya. Diantara mahkluk-mahkluk twitter yang saya follow ada 2 mahkluk twitter yang sangat getol ngomongin bulutangkis, dari live tweet pertandingan sampai ngomongin perkembangan dunia bulutangkis Indonesia. Yang satu teman saya nge-tweet soal lingkungan <a href="http://www.titiw.com/" target="_blank">si Titiw</a> dan temannya <a href="http://badmintonaddict.wordpress.com/" target="_blank">Widya</a> yang akun twitternya saya follow sejak kejuaraan Thomas dan Uber tahun ini.</p>
<p>Mereka sangat kelihatan di timeline twitter saya karena hanya 2 mahkluk yang ini ngomongin bulutangkis. Dari sekian banyak tweet-tweet mereka di <a href="http://www.djarumindonesiaopen.com" target="_blank">Indonesia Open Super Series</a> kemarin ada 1 nama yang menggoda saya untuk membuka informasi mengenai dunia bulutangkis lagi.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TDZECv9XT9I/AAAAAAAAFhA/3hn33-6dods/s400/Tweet_Titiw.jpg" alt="" width="400" height="215" /><p class="wp-caption-text">Tweet Titiw</p></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 406px"><img src="http://lh3.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TDZEFL0QlcI/AAAAAAAAFhI/DMvp9JHv41k/s400/Tweet_Widya.jpg" alt="" width="396" height="400" /><p class="wp-caption-text">Tweet Widya</p></div>
<p><span id="more-505"></span>Nama ini adalah Ana Rovita. Siapa dia? Terus terang saya juga penggila bulutangkis walau belum pernah menonton langsung. Jaman dahulu setiap kejuaraan yang disiarkan ditelevisi pasti tidak akan saya lewatkan untuk menonton bintang-bintang bulutangkis dilayar kaca dari jaman Hariyanto Arbi, juara dunia dan pemilik smash 100 watt dan tentu saja Alan Budikusuma, pemegang medali emas Olimpiade 1992.</p>
<p>Tetapi sejak prestasi bulutangkis Indonesia menurun saya tidak terlalu melihat kejuaraan-kejuaraan bulutangkis lagi sampai saya melihat live tweet dari Titiw dan Widya ini. Nah balik ke Ana Rovita lagi, ternyata si Ana ini menjadi bintang di Indonesia Open Super Series 2010 kemarin. Muncul dadakan karena masuk sebagai peserta di daftar tunggu dan namanya melejit karena bisa melaju  hingga babak semifinal dan menjadi wakil putri satu-satunya di semifinal dari Indonesia.  Padahal dia harus merayap dari babak kualifikasi.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TDZK2-rgL9I/AAAAAAAAFhc/LB4v5Oz6erA/s400/search%20ana%20rovita.jpg" alt="" width="400" height="222" /><p class="wp-caption-text">Googling Ana Rovita</p></div>
<p>Jadi penasaran dong saya dengan si Ana Rovita ini. Kalau sampai Maria Febe atau Maria Kristin saya masih mengenal namanya tetapi Ana Rovita ini saya benar-benar tidak tahu.  Dari hasil goggling ternyata si <a href="http://www.pbdjarum.com/profil/view/89" target="_blank">Ana Rovita </a>ini merupakan atlet dari PB DJARUM. <em>Wait</em> !, <a href="http://www.pbdjarum.com" target="_blank">PB Djarum</a>? Ternyata saya memang masih awam <em>neh</em> dengan dunia bulutangkis nih sampai yang namanya PB Djarum aja saya belum kenal.</p>
<p>Dari profil Ana Rovita saya menjelajah situs PB Djarum sedikit lebih jauh. Sedikit tentang Persatuan Bulutangkis Djarum (selanjutnya disebut PB Djarum), PB ini dibuat oleh Djarum karena kecintaan sang pemilik PT. Djarum pada bulutangkis. Pada awalnya lokasi yang saat ini menjadi PB Djarum merupakan sebuah <em>brak</em> (tempat melinting rokok) yang pada sore hari digunakan oleh pegawai Djarum dan masyarakat Kudus untuk berlatih bulutangkis.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TDZYcAZ2dLI/AAAAAAAAFhs/Nz0_V50HrrU/s800/Hariyanto%20Arbi.jpg" alt="" width="142" height="203" /><img class="alignnone" src="http://lh5.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TCwSAMMsB2I/AAAAAAAAFeg/VkWhFYvW2jA/s288/alan-budi-kusuma.jpg" alt="" width="139" height="206" /></p>
<p>Nah sejak berhasil melahirkan Liem Swie King, atlet bulutangkis yang terkenal dengan jumping smashnya sekaligus pemegang medali All England 3 kali pada masa jayanya , maka di <em>brak </em>ini dibentuklah PB Djarum sejak tahun 1969.  Ternyata Alan Budikusuma dan Haryanto Arbi juga merupakan atlet alumni dari PB Djarum, <em>oalah</em> *<em>tepok jidats</em>*.</p>
<p>Asli baru tahu kalau tempat mencetak bintang-bintang bulutangkis ini ada di Kudus, sebuah kota kecil tidak jauh dari Semarang, tempat tinggal saya. Padahal sering ke Kudus tapi tidak pernah tahu kalau ada PB Djarum disana, asli <em>ndeso </em>banget.</p>
<p>Dan ternyata ada untungnya menjadi penggiat blogger yang tinggal didekat Kudus karena akhirnya minggu lalu saya diundang  untuk melihat Audisi Beasiswa PB Jarum.  <em>ASEKKKK</em> ! Pucuk dicinta ulam tiba.  Saya bisa melihat secara langsung bagaimana calon bintang-bintang bulutangkis ini dibentuk dan diasah untuk menjadi bintang bulutangkis di level dunia.</p>
<p>Agak tidak menyangka juga diundang ke Kudus bareng 2 mahkluk penggila bultangkis tadi ( Titiw dan Widya). Tunggu saja deh di postingan-postingan berikutnya untuk hasil kunjungan saya ke Kudus kemarin.</p>
<p>Jadi kalau ngomongin bintang bulutangkis nih, siapa atlet bulutangkis favoritmu saat ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/07/10/bintang-bintang-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>World Cup 2010 Finale</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/07/09/world-cup-2010-finale/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/07/09/world-cup-2010-finale/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 23:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2010]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya tim terbaiklah yang memang melaju ke Final Piala Dunia 2010. Agak sedikit kecewa dengan permainan Jerman di semifinal kemarin tetapi Spanyol memang berhasil meningkatkan mutu serangan dengan meninggalkan Torres di bangku cadangan.

Dengan permutasi bola yang hebat dari trio penyerang (&#8230;)</p><p><a href="http://blog.didut.net/2010/07/09/world-cup-2010-finale/">Read the rest of this entry &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya tim terbaiklah yang memang melaju ke Final Piala Dunia 2010. Agak sedikit kecewa dengan permainan Jerman di semifinal kemarin tetapi Spanyol memang berhasil meningkatkan mutu serangan dengan meninggalkan Torres di bangku cadangan.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh6.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TDZgu2jYeuI/AAAAAAAAFh8/U9HJ_vj4tiw/s400/puyol%20header.jpg" alt="" width="400" height="277" /><br />
Dengan permutasi bola yang hebat dari trio penyerang Barcelona didepan akhirnya Puyol bisa menciptakan gol penentu yang membuat Spanyol menemani belanda masuk final piala dunia 2010.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://lh4.ggpht.com/_mMaYrB6STgA/TDZhZPW9SEI/AAAAAAAAFiM/eyjzuCN8_34/s400/robben%20header%20.jpg" alt="" width="286" height="400" /><br />
Jadi siapakah yang akan menangis dan tertawa di akhir piala dunia 2010 ini? Kita tunggu dan nikmati saja permainannya senin depan. Salam Sepakbola!</p>
<p><em>Picture Source</em>: <a href="http://www.gettyimages.com/EditorialImages/Sport/FIFA?isource=USA_FIFAFrontdoor_mainFeature_FIFACollection" target="_blank">Getty Images</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/07/09/world-cup-2010-finale/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Nikmat</title>
		<link>http://blog.didut.net/2010/07/01/hidup-nikmat/</link>
		<comments>http://blog.didut.net/2010/07/01/hidup-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 00:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.didut.net/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Saya suka dengan #hidupnikmat ala Nike Prima, sosok kreatif yang saya kenal belum lama ini.
Dia berbagi juga Hidup Nikmatnya melalui blog yang dia tulis dalam kesehariannya.
Saya pikir mencoba berbagi hidup nikmat mengajarkan kita untuk mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan (&#8230;)</p><p><a href="http://blog.didut.net/2010/07/01/hidup-nikmat/">Read the rest of this entry &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya suka dengan <a href="http://twitter.com/#search?q=%23hidupnikmat" target="_blank">#hidupnikmat</a> ala <a href="http://twitter.com/nikeprima" target="_blank">Nike Prima</a>, sosok kreatif yang saya kenal belum lama ini.</p>
<p>Dia berbagi juga <a href="http://en.wordpress.com/tag/hidup-nikmat/" target="_blank">Hidup Nikmat</a>nya melalui blog yang dia tulis dalam kesehariannya.</p>
<p>Saya pikir mencoba berbagi hidup nikmat mengajarkan kita untuk mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan setiap hari.</p>
<p>Jadi apa <strong>Hidup Nikmat</strong>mu hari ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.didut.net/2010/07/01/hidup-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
