PS: postingan ini sebetulnya postingan lama saya di blogdetik. Sedikit demi sedikit akan saya pindahkan ke mari karena yang disana akan saya non aktifkan ^^

sanctuary
a place of refuge or protection; asylum: fugitives from justice were immune from arrest in churches or other sacred places (via your dictionary)

IMG_7359 (Medium)

Untuk orang-orang yang berada di kota sibuk seperti Jakarta pastilah butuh tempat pelarian untuk melepaskan stress atau penatnya otak dari kehidupan pekerjaan sehari-hari. Area puncak pastinya menjadi salah satu pusat tujuan untuk melepaskan penat. Tetapi buat saya area puncak malah membuat kepenatan lain dengan keramaian dan kemacetannya. Menurut saya sih, puncak bukan tempat yang ideal sebagai tempat pelarian kita. Makanya banyak orang yang melakukan perjalanan ke luar kota yang lebih jauh hanya untuk mencari sanctuary (tempat pelarian)-nya.

LIDO
Didekat Jakarta ada sebuah tempat yang menurut saya bisa menjadi tempat pelarian bagi orang-orang Jakarta , namanya Bodogol. Waktu itu saya ke Bodogol karena diundang oleh teman-teman rangers (polisi hutan) yang sedang melakukan pendidikan lingkungan disana.

Untuk mencapai Bodogol, dari Jakarta kamu bisa menaiki bis yang langsung menuju Sukabumi dan bisa turun di Bodogol karena pintu masuknya berada dipinggir jalan. Waktu itu saya naik bis ke bogor dulu karena kemalaman sampai di Terminal Kampung Rambutan. Sempat bingung di bogor karena tidak tahu arah dan kendaraan angkutan kota bogor. Tidak tahu banyak bogor karena saya berdomisili di semarang.

Karena sudah malam ketika mencapai bogor dan perut sudah lapar menahan makan malam, langsung makan malam di tempat makan yang banyak terdapat di pinggir jalan dekat pintu keluar tol bogor. Dari masyarakat setempat akhirnya saya tahu kalau ada angkutan kota yang menuju sukabumi hingga tengah malam. Setelah selesai makan langsung saya naik angkot yang menggunakan mobil L300 karena tidak mau kemalaman lagi dijalan dan bingung mencari tempat penginapan. Memang ternyata banyak angkot yang menuju sukabumi hingga tengah malam, tetapi angkot ini sedikit tidak berprikemanusiaan. 1 angkot saya hitung bisa diisi sampai 18 penumpang dan supirnya mengendarai mobil seperti pembalap F1, super kebut. Saya sendiri sempat deg-degan dijalan ketika sang supir hendak mendahului mobil lainnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Dari bogor sampai pintu gerbang bodogol hanya menghabiskan Rp.5.000,- saja. Sampai di pintu gerbang bodogol ternyata sudah larut sekali, sekitar jam 11 malam kalau tidak salah. Tidak ada pilihan lain kecuali mengambil tempat menginap di cottage Lido. Cukup murah dan bersih. Tidur dengan selimut tanpa AC cukup menyegarkan kepenatan saya malam itu.

Keesokan harinya ketika terbangun saya cukup kaget karena ternyata danau buatan didepan kamar menjadi sangat ramai oleh keluarga/ orang-orang yang sedang berlibur. Ternyata Lido tempat rekreasi bagi orang bogor-sukabumi dan sekitarnya.

Resort Bodogol

Setelah mandi, saya segera menuju Resort Bodogol. Jangan membayangkan Resort Bodogol benar-benar sebuah resort. Resort bodogol adalah nama lain untuk basecamp teman-teman relawan yang menjaga Pusat Pendidikan Konservasi Alam (PPKA) Bodogol. PPKA Bodogol didirikan oleh Balai Taman Nasional Gede Pangrango, Conservation Internasional Indonesia dan Yayasan Alam Mitra Indonesia. PPKA Bodogol bisa digunakan oleh siapa saja yang punya perhatian dengan alam juga dapat dikunjungi juga oleh pengunjung biasa yang suka dengan wisata alam.

Kalo sedang tidak hujan kita bisa menggunakan ojek untuk sampai bodogol, tetapi jika setelah hujan kita harus menyewa jeep untuk naik atau bisa meminta bantuan menaiki jeep dari teman-teman polisi hutan. Akhirnya saya menggunakan ojek untuk sampai di kantor Balai Taman Nasional Gede Pengrango untuk bertemu dengan teman-teman dari polisi hutan dan ikut persiapan untuk kegiatan pendidikan lingkungan kali ini.

Setelah sampai di PPKA Bodogol saya cukup terkesima dengan fasilitas yang mereka punyai dari barak untuk menginap, ruang makan, gazebo untuk diskusi, gardu pandang untuk pengamatan, canopy trail, air terjun dan tentu saja habitat binatang dan tanaman yang bisa dinikmati kapanpun kita mau. Benar-benar tempat yang pas untuk menyingkirkan kepenatan kita.


Kegiatan yang paling saya sukai disela-sela jam istirahat adalah membaca ditemani segelas kopi dan suara-suara hewan dari hutan disekitar saya. Benar-benar suara yang sangat langka untuk didengarkan oleh orang kota. Beberapa hari disana membuat saya bisa menyelesaikan beberapa bacaan yang tidak pernah saya selesaikan sebelumnya.

Tracking

Salah satu fasilitas yang mereka punyai adalah jalur tracking yang ringan dan aman untuk pemula. Pengunjung disana bisa belajar mengenai habitat alam yang tersedia disana jika ditemani oleh seorang pemandu. Walau ringan tetap saja akan menguras keringat. Ditengah-tengah jalur kita bisa mengamati isi hutan melalui gardu pandang. Dari gardu pandang ini kita bisa melakukan bird watching sampai belajar untuk mendengarkan suara-suara yang langka yang bisa didengarkan dari dalam hutan. Oh iya, disini juga terdapat beberapa spesies habitat langka yang tidak bisa kamu jumpai ditempat lain. Kalau beruntung kita bisa menikmati Elang Jawa (Spizaetus Bartelsi) yang berputar-putar tenang di udara.

Gardu Pandang

Hutan Bodogol Dari Atas

Bersama teman-teman polisi hutan

Kawasan hutan Bodogol yang terletak di ketinggian 800 meter dpl ini cukup kaya dengan keanekaragaman hayati. Selain Elang Jawa, bodogol juga menjadi habitat satwa langka seperti Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) dan Owa Jawa ( Hylobates Moloch). Macan tutul jawa sempat masuk dalam status endangered karena populasinya yang terus menyusut. Populasi macan tutul jawa saat ini diperkirakan tinggal sekitar 23 ekor, jumlah yang sudah patut membuat kita waspada untuk menjaga kelestarian mereka.

Status terancam punah juga disandang oleh Owa Jawa. Primata monogamis berbeda dengan monyet yang poligamis ini banyak diburu orang untuk dipelihara. Saat ini ada 27 ekor owa jawa yang berada di pusat rehabilitasi di Bodogol. Setelah menjalani proses karantina, mereka akan dilepaskan kembali ke alam. Beberapa kali ketika sedang santai menikmati udara bodogol saya sempat mendengar suara Owa Jawa ini ketika sedang memperdengarkan keberadaan mereka.

Sempat juga mencoba canopy trail yang ada disana.Sempat deg-degan karena saya tidak suka dengan yang namanya ketinggian. Sayang saya tidak sempat untuk mengunjungi air terjun yang berada didekat PPKA Bodogol. Jumlahnya ada empat air terjun, dengan jarak terjauh sekitar 4 kilometer dari PPKAB.

Ketika perjalanan pulang menggunakan kereta, saya menyadari kalau saya juga tinggal ditengah-tengah hutan yang bernama hutan perkotaan. Mudah-mudahan saya punya kesempatan lagi untuk mengunjungi tempat pelarian itu lagi yang bernama Bodogol.

Beberapa informasi yang mungkin cukup penting kalau kamu ingin mengunjungi Bodogol.

  • Angkot Bogor-Lido Rp.5000,-
  • Ojek dari Lido ke Bodogol Rp.25.000,-
  • Jeep dari Lido ke Bodogol Rp.200.000,- an
  • Biaya menginap Rp.50.000, – / orang kalo dewasa
  • Kontak Pak Pepen di no 0815 72184253 kalo perlu pemandu, soalnya sepertinya cukup sulit untuk menikmati Bodogol tanpa pemandu. Pak pepen itu salah satu polisi hutan dan menurut saya beliau sangat informatif dan supel.Kalo Pak Pepen gak bisa minta info ke Pak pepen buat kontak relawan lokal yang ada di Bodogol buat jadi pemandu.Biaya pemandu sekitar Rp.60.000,-