Saya dan Pitra mengunjungi kembali Jepang tidak lama setelah kunjungan pertama dengan satu tujuan, mengejar bunga sakura. Mengejar mekarnya bunga sakura merupakan salah satu highlight tujuan perjalanan ke Jepang karena bunga sakura tidak dapat bertahan lama, mungkin sekitar 2 minggu sejak mekar.

Banyak yang bertanya kepada saya kapan dan bagaimana untuk mendapatkan bunga sakura yang mekar. Yang pertama keberuntungan karena saat ini kita tidak bisa memprediksi kapan bunga sakura mekar (efek cuaca). Yang kedua perjalanan dengan jadwal dan itinerary yang tepat.

Saya memasuki Jepang melalui Nagoya karena Air Asia memberikan harga promo untuk penerbangan via Nagoya di saat high season. Berbeda dengan kebanyakan teman-teman lain yang biasanya memulai perjalanan ke atau dari Tokyo, saya memulai dari Kyushu – Hiroshima – Osaka – Tokyo lalu kembali menuju Nagoya untuk kembali ke Indonesia.

Perjalanan kami mulai tanggal 29 Maret sampai 9 April 2014 karena kami perkirakan bunga sakura akan bermekaran pada tanggal-tanggal tersebut. Tadinya saya berharap dapat melihat bunga sakura di Tokyo dengan bagus tetapi ternyata kami mendapati di Hiroshima bunga sakura mekar dengan sempurna.


Kami sampai di Hiroshima tanggal 1 April dan langsung mendapati udara sangat hangat. Berbeda dengan Nagoya dan Kyushu yang baru saja kami tinggalkan. Oh iya kami menggunakan JR Pass selama seminggu karena itu dengan mudah turun dan naik menurut peta Jepang dalam perjalanan kali ini.

Suhu di jepang kali ini tidak bisa diperkirakan. Saya memantau cuaca di Kyushu sehari sebelum keberangkatan sudah menyentuh 20 derajat celcius. Hangat kalau menurut orang jepang, sesampainya di Kyushu cuaca menunjukkan 8 – 10 derajat celcius. Weks, ini sih masih dingin. Menurut teman saya yang orang jepang, saat ini cuaca di jepang suka turun naik walaupun musim sudah beranjak ke musim semi. Bahkan di Osaka kami mendapati cuaca turun sampai 3 derajat celcius. Tragis untuk saya yang tidak membawa baju penghangat yang cukup.

CYMERA_20140331_141414 (Medium)
Kembali ke Hiroshima, di kota inilah kami mendapati cuaca yang paling hangat di jepang di awal musim semi. Berjalan sekitar 10 menit dari stasiun ke hostel tempat kami menginap kami sudah menjumpai bunga sakura yang bermekaran. Cuaca berkisar di 20 derajat celcius. Kami berjalan-jalan di sepanjang kota Hiroshima dengan sangat nyaman, walaupun cuaca masih tetap turun di malam hari.

Kuil Itsukushima


Di hari kedua di Hiroshima kami menyusuri area Chugoku. Ternyata area ini menyimpan potensi wisata yang luar biasa cantik. Karena memegang JR Pass kami menuju kuil itsukushima yang terletak di Pulau Miyajima. Kuil ini dibangun pada tahun 1168 dan merupakan peninggalan Taira no Kiyomori. Pada saat kami datang kuil sedang dalam tahap renovasi. Ada bagian gerbang kuil yang menjorok ke laut dan pada saat pasang akan tenggelam. Gerbang kuil ini merupakan favorit bagi turis untuk dilihat.

Menggunakan shinkansen hanya menghabiskan beberapa menit untuk sampai stasiun utama dan dilanjutkan dengan jalur kereta JR sampai Stasiun Miyajimaguchi. Dari depan stasiun berjalan kaki sedikit ke pelabuhan. Hanya sekitar 10 menit jalan kaki dan 10 menit di atas kapal feri menyebrang ke Pulau Miyajima. Semuanya gratis karena kami menggunakan JR Pass termasuk kapal feri.

Kami mengelilingi Pulau Miyajima yang memang hangat dan indah karena bunga sakura bermekaran di sekitar kuil itsukushima. Selanjutnya kami memutuskan untuk naik ke puncak Gunung Misen dengan menggunakan kereta gantung. Biaya kereta gantung sekitar 2000 yen untuk sampai pos teratas.

Kalau kamu suka hiking ada jalur pejalan kaki yang mudah sekali untuk dilewati. Saya melihat banyak orang-orang yang berusia lanjut untuk naik sampai ke atas gunung.

Kintaikyo Bridge

Dari Pulau Miyajima kami pindah ke Iwakuni untuk melihat Jembatan Kintaikyo. Kami menuju Iwakuni setelah makan siang di atas Gunung Misen. Ada kantin di atas gunung untuk pengunjung. Jembatan Kintaikyo terkenal sebagai salah satu jembatan yang terindah di Jepang. Dan memang setelah mengunjungi jembatan ini saya putuskan kalau Jembatan Kintaikyo merupakan tempat terbaik untuk menikmati bunga sakura.


Kalau datang agak pagi atau siang kamu bisa naik ke bukit untuk menikmati kastil. Sayangnya kami tiba sudah sore sehingga hanya menikmati indahnya bunga sakura dan taman yang tersedia di sekitar Jembatan Kintaikyo. Itupun sudah memuaskan hasrat kami untuk menikmati bunga sakura.

Dalam perjalanan saya kali ini, Jembatan Kintaikyo merupakan lokasi yang terbaik untuk menikmati bunga sakura. Udara yang hangat, pohon dengan bunga sakura bermekaran dengan sempurna dan event kecil di sepanjang sungai menambah nikmatnya atmosfer sore itu.

Hari itu kamipun kembali ke Hiroshima dengan hati yang berbunga-bunga karena berhasil mendapatkan bunga sakura yang bermekaran dimana-mana.

Tips

1. Bertanyalah kepada penjaga hostel untuk informasi tempat wisata di sekitar Hiroshima atau area Chugoku. Mereka akan menjelaskan dengan senang hati. Biasanya penjaga hostel backpacker menguasai 2 bahasa, jepang dan bahasa inggris.
2. Menggunakan JR Pass mempunyai banyak keuntungan: waktu yang terpotong banyak karena menggunakan shinkansen dan kita bisa mengunjungi banyak lokasi dengan menghemat biaya.
3. Banyaklah survey untuk lokasi wisata sepanjang jalur shinkansen dan JR. Faktor ini bisa memotong biaya transportasi lumayan besar.
4. Gunakan situs ini untuk membeli JR Pass secara online. Selain JR Pass kita akan mendapatkan juga peta jalur kereta JR seluruh Jepang.