Saya memang fans Manchester United dan AC Milan. Menyukai AC Milan sejak jaman George Weah, Baresi masih aktif dan Paolo Maldini sebagai full back. Sebagai fans AC Milan yang cukup lama mungkin sudah terbiasa menyaksikan AC Milan turun naik. Saking gemesnya dengan kondisi AC Milan saat ini, kalau sedang memainkan Football Manager pasti tim pertama yang saya mainkan langsung AC Milan.

Sebetulnya kondisi AC Milan 2014- 2015 gak jelek-jelek amat walaupun pemainnya kebanyakan level medioker dan sudah tua. Saya berhasil menyelamatkan AC Milan ke posisi 2 di musim pertama saya memainkan tim ini. Posisi yang harus didapatkan sampai di 2 pertandingan terakhir. Karena pemain belakang yang bertipe medioker saya sempat menggunakan semua jenis formasi pertahanan dan mengeksploitasi kelebihan pemain tengah yang kreatif dengan bermain narrow. Untung AC Milan punya pemain berbakat seperti Suso, Boneventura sampai Honda dan Cerci yang dipinjam dari Atletico Madrid.

Setelah melewati musim pertama target saya adalah membuang semua pemain yang tidak produktif dan bergaji besar. Pemain seperti Torres, Robinho, Mexes, Zaccardo sudah saya transfer listed setelah musim pertama berakhir. Untuk transfer saya cukup beruntung mendapatkan Andre Ayew hanya dengan 5 juta pound sterling. Karena dasarnya AC Milan menggunakan formasi 4-3-3 yang melebar saya berencana menempatkan Ayew sebagai inside forward di sisi kiri.


Ternyata 1/4 musim berjalan Ayew sangat powerfull di sisi tengah sebagai supporting deep playmaker. Daya jelajah dan dribblenya sangat membantu kerja forward. Ayew membuat lebih banyak gol di posisi ini dibandingkan ketika saya tempatkan sebaga inside forward.

Yang tidak kalah mentereng adalah mendapatkan Luciano Vietto. Pemain dari Argentina dan masih berusia 21 tahun. Produktif walaupun saya tempatkkan sebagai ujung tombak sendirian. Di Football Manager 2015 ini saking nyatanya, membuat gol juga sama susahnya seperti pemain di lapangan hahaha~ #LEBAY. Vietto berhasil membuat 10 gol dari 12 pertandingan. Statistik yang luar biasa.

Saya mengandalkan Vietto dan Shaarawy sebagai ujung tombak AC Milan. Shaarawy juga tidak mengecewakan, biasanya saya menempatkan Shaarawy dengan didukung Suso dan Saponara di sisi lapangan penyerangan sebagai inside forward dan advance playmaker.  Untuk Vietto, saya menempatkan Niang dan Honda sebagai pendukung penyerangan.

Di musim 2015 – 2016 ini saya memang mengandalkan banyak pemain muda. Saya heran kenapa sampai sekarang AC Milan tidak mengandalkan pemain seperti Niang ataupun Saponara. Bagaimanapun mereka akhirnya tidak lolos ke Liga Champion. AC Milan kurang berani untuk melakukan perombakan seperti yang dilakukan oleh Borussia Dortmund *malah jadi postingan curhat fans bola*.

Sampai di tengah musim 2015 – 2016 tim penyerangan ini cukup menyenangkan untuk dilihat. Jadi siapa striker andalan kamu di Football Manager 2015?