Karena beberapa situs maupun blog bola yang saya baca tiap hari tidak ada yang membahas ini jadi pengen gatel pengen nulis soal pertandingan perdana pasukan kuning dari Dortmund di akhir pekan lalu.

Semua tau kalau Borussia Dortmund punya musim yang mengecewakan musim lalu. Duduk di peringkat 7 di Bundesliga bahkan sempat menyentuh posisi degradasi tentulah bukan musim terbaik yang dimiliki tim ini. Ditambah pengakuan Jurgen Klopp, pelatih yang membuat pondasi Dortmudn sebegitu kuat sampai mengaku mungkin dia lelah dan membuat para pemainnya lelah karesa sistem high pressing yang dia terapkan. Akhir musim yang sudah bisa ditebak, Jurgen Klopp akhirnya mengundurkan diri dan digantikan oleh Thomas Tuchel.

Ekspetasi tinggi memang disematkan ke dada Thomas Tuchel. Dia dikenal sebagai pelatih muda yang menyukai permainan menyerang dan cepat seperti Jurgen Klopp dan menyukai sistem yang diterapkan oleh Pep Guardiola.

Martin Meissner/Associated Press

Martin Meissner/Associated Press

Sebetulnya akhir pekan lalu iseng nonton Bundesliga karena tidak bisa tidur di tengah malam. Dan cukup dengan 5 menit pertama sudah membuat saya langsung melek. Belum 10 menit berjalan bola tendangan Marco Reus sudah bersarang di gawang Borussia Monchengladbach. Ini bukan lawan yang sembarangan karena mereka merupkan tim peringkat tiga musim lalu di Bundesliga dengan rekor pertahanan yang baik.

spielverlagerung.com : Gegenpressing means to press the opposition right after losing possession, i.e. to press as an organized unit the moment you transition to defense. The entire team hunts the ball and, in the ideal case, immediately wins it back from the opponent. The aim is twofold; to prevent the opponent’s counterattack and to win the ball. The English, and even the Spanish and Italians, call it counterpressing and not “Gegenpressing”; in the end the opponent’s counterattack is pressured. In 2008, Jürgen Klinsmann spoke of “immediate ball recovery” and struck at the heart of the matter very well.

Yang membuat saya melek adalah permainan dari Dortmund dengan high pressing dan permutasi bola yang cepat antara satu dan lainnya. Mereka tetap menerapkan gegenpressing ala Jurgen Klopp tetapi tidak takut untuk memperlambatnya sambil menunggu peluang untuk mengirimkan bola datang.

Sangat terlihat kalau malam kemarin Dortmund mengandalkan kecepatan Marco Reus, Aubameyang and Mkhitaryan untuk mengobrak-abrik pertahanan Monchengladbach. Ini terlihat di gol kedua, dari posisi diserang, bola direbut dari tim lawan dan dari belakang bola dikirimkan Gundogan ke Aubameyang dengan kecepatan tinggi. Defender Monchengladbach yang beradu sprint dengan Aubameyang kalah tertinggal dan bahkan Aubameyang mengirimkan bola ini sebagai operan terakhir untuk digolkan oleh Mkhitaryan.


Dan itulah gambaran dari 4 gol yang tercipta malam itu. Pressing tinggi, aliran bola dari samping dan sayap-sayap yang cepat serta penyelesaian yang dingin dari Aubameyang, Mkhitaryan dan Reus.

Melihat permainan Dortmund membuat saya ingin menonton Bundesliga lebih dari menonton Barclays Premiere League sementara ini. Bahkan saya tidak terlalu excited melihat permainan Manchester United di 2 pertandingan terakhir yang masih terlihat biasa-biasa saja.

Jadi mari kita mulai menonton Bundesliga ^^