Kalau kamu menjadi pendukung Tim Inggris pasti sudah biasa kena PHP. Mau seberapa bagus performa mereka di penyisihan begitu masuk turnamen alias ajang sesungguhnya pasti langsung drop.

Sebetulnya tidak heran ekspetasi terhadap Inggris di ajang Euro 2016 ini begitu tinggi. Tim Inggris tahun ini adalahs alah satu yang terbaik dan termuda. Ada Vardy dan Kane, top skor Liga Inggris musim lalu. Ada Dele Alli, pemain muda lokal terbaik Liga Inggris sampai John Stone di lini belakang, salah satu pemain muda yang diharapkan menjadi bintang di masa yang akan datang.

Tetapi di hadapan Rusia kemarin, Inggris bermain kurang tajam. Banyak peluang tetapi selalu gagal mencapai gawang.  Penguasaan bola yang tinggi tidak berarti ketika Igor Akinfeev bermain cemerlang menghalau peluang Lallana ataupun tendangan Rooney.

Kane juga bermain di bawah ekspetasi. Terlihat kalau dia kehilangan sentuhannya sebagai striker. Yang lebih aneh lagi Hodgson menempatkan Kane sebagai penendang tendangan sudut.

Terlihat kalau Inggris kekurangan mental pemenang 2 malam lalu. Banyak peluang tetapi nihil di depan gawang.

Sayangnya Vardy tidak dimainkan untuk menggantikan Kane yang kehilangan sentuhan dan tentu saja di tengah terlihat kalau Inggris selalu kalah ketika duel berebut bola.

Dier memang bisa mencetak gol dari tendangan bebas alih-alih Rooney yang selalu mengambilnya.

Hal positif dari pertandingan lalu adalah terlihat Rooney sudah nyaman di tengah dan aliran bola dari Rooney tampak berbahaya dan bisa menghidupkan permainan Inggris. Entah operan jauh ke sisi sayap maupun operan tajam yang menembus kotak pinalti Rusia.

Pertandingan berikutnya Inggris melawan Wales yang menempati posisi teratas di group B. Melawan Rusia saja Inggris terlihat “ngos-ngos”an di lini depan apalagi Wales dengan Balenya.

Sebetulnya masih ingin berharap dengan Inggris asalkan tim terbaik yang dikeluarkan tetapi kita harus terbiasa dengan PHP ala Inggris.

Have a good game lads!

Foto dari akun twitter England.