Jadi ceritanya saya dan Arianna baru saja pindahan rumah dari rumah kontrakan pertama sejak kami menikah. Perpindahan yang menurut saya agak drama juga hahaha~ Karena kami memang menyukai rumah yang kami kontrak sejak 2015 lalu, bahkan kami barus aja membayar perpanjangannya di bulan Mei kemarin.

Cerita sedikit tentang rumah kontrakan yang lama, sebetulnya rumah ini terletak di sebuah kompleks yang sangat tenang. Makanya Arianna sangat suka untuk tinggal di sana dan awalnya memutuskan untuk memperpanjang masa kontrak kami.

Tetapi tiba-tiba sekitar 1 bulan yang lalu rumah kami menjadi sangat berisik karena dilewati oleh banyak mobil. Jalan di samping rumah kami menjadi akses utama jalan pintas antara Lebak Bulus ke Jalan Adiaksa. Sampai sekarang sebetulnya tidak jelas betul kenapa jalan utama yang menjadi akses ditutup.

Karena Arianna sangat sensitif dengan suara dan tidak bisa tidur, kami memutuskan untuk mencari rumah kontrakan baru dalam 1 bulan ke depan.

Sementara perburuan rumah baru dilakukan, Arianna tinggal di kos dekat kantor. Pada saat itu Arianna sedang hamil muda dan sangat membutuhkan istirahat, jadi kami memutuskan untuk sementara dia tinggal di kos dengan suasana yang jauh lebih tenang.

Untuk perburuan rumah baru kami menggunakan semua akses database digital seperti rumah.com, rumah123.com sampai ke OLX. Tetapi pada akhirnya kami menempati rumah yang informasinya saya dapatkan dari network pekerjaan saya. Info-info pada website rumah kebanyakan dikuasai oleh agen-agen rumah dan harganya sudah bertambah dari harga asli.

Kadang ada agen yang ‘nakal’ juga menurut pemilik rumah yang kami tempati saat ini. Kadang-kadang ada agen yang mengambil gambar depan rumah dan mempromosikannya tanpa meminta ijin dari pemilik rumah. Makanya banyak info kontrakan dengan tulisan ‘tanpa perantara’

Anyway ini tips-tips untuk mencari rumah kontrakan di Jakarta:

  1. Kalau tidak mendapatkan rumah kontrakan yang sesuai budget dari database online jangan langsung menyerah. Jadikan informasi yang didapatkan dari website sebagai dasar lokasi survey.
  2. Kunjungi secara langsung lokasi yang diinginkan tadi. Waktu survey awal, saya mengitari komplek rumah di lokasi yang saya inginkan dan mendapatkan beberapa nomer kontak pemilik rumah yang dipasang di depan rumah.
  3. Tanyakan ke relasi terdekat kamu untuk mendapatkan informasi rumah yang dikontrakkan. Saya sudah mendapatkan 2 rumah kontrakan dengan cara ini.
  4. Agen tidak selalu jelek. Dari website database rumah, kami juga sempat bertemu dengan agen yang sangat murah hati membagikan informasi tentang rumah yang kami inginkan.
  5. Acuhkan info kontrak rumah yang hanya menempatkan satu foto bagian depan tanpa foto-foto bagian dalam.
  6. Bikin kriteria yang spesifik tentang rumah yang diinginkan.  Misal: 3 kamar, 1 lantai dengan teras yang cukup untuk mobil. Jadikan kriteria ini sebagai dasar untuk mencari rumah.

Kalau ada yang butuh tips lagi silahkan tinggalkan komen ya ^^

Courtesy: image diambil dari blog ezmove.