Sekitar 3 minggu lalu ban motor terkena paku lumayan besar di daerah Senayan. Untungnya ada tukag tambal ban gak jauh dari area kejadian walaupun sebetulnya gak deket-deket banget (baca Arianna aja jalannya sampe keringetan ngikutin saya yang dorong motor).

Tukang tambal tersebut sebetulnya sudah memperingatkan saya kalau ada bocor halus dari sisi samping ban. Dia berusaha menghilangkan bocor halus tersebut dengan menekan posisi ban lebih ke dalam. Waktu itu karena hari Sabtu dan sedang tergesa-gesa, saya memikirkan kalau perbaikan bocor alus ini bisa weekdays di bengkel motor.

Dan ternyata saya tidak punya waktu ke bengkel motor dong pas weekdays. Jadilah bocor halus tersebut saya ‘tambal’ dengan selalu mengisi angin setiap 3 hari sekali.

Kemarin itu daya tahan sang ban mencapai puncaknya. Di tengah perjalanan pulang melewati Tendean – Pancoran, sang ban-pun menyerah dengan kempes sekempes-kempesnya. Untung karena ban tubeless saya masih bisa menaiki pelan-pelan mencari tukang tambal ban.

Tukang tambal ban mendiagnosa sang ban sudah saatnya diistirahatkan karena robek besar di bagian sisi samping. Untungnya masih bisa diakali dengan mengisi ban dalam ke dalam ban tubeless yang robek tersebut.

Sore ini akhirnya saya sempatkan mampir ke Planet Ban cabang Kalimalang untuk mengganti ban dalam perjalanan pulang walaupun hujan turun dengan derasnya (mulai mendramatisir suasana).

Baca juga: Mengendarai Motor Dikala Hujan

Sebetulnya sebelum Planet Ban ada Pro Ban, tetapi entah kenapa moodnya memang sudah mau ganti ban di Planet Ban.

Setelah parkir motor di bagian dalam, langsung ada staff yang menghampiri dan bertanya ban mana yang hendak diganti. Setelah saya jawab, disusul dengan pertanyaan mau ban yang biasa saja, medium atau yang bagus (baca premium).

Karena saya merasa ban tubeless saya sebelum ini performanya juga kurang bagus (IRC NR72), kali ini saya mau mencoba ban yang berada di atas IRC.

Sempat kepikiran mau pakai Corsa Platinum sebetulnya tetapi staff menyarankan untuk menggunakan Michelin jika ada budgetnya.  Hmmm sempat berpikir sebentar dan akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Michelin.

Setelah update tweet, ada Adham yang nyamber dan membagikan link tulisan pengalaman dia mengganti ban di Pro Ban.  Berbeda dengan Adham, sebetulnya pilihan ban di Planet Ban cabang Kalimalang menurut saya cukup oke.


Di Planet Ban cabang Kalimalang ini saya menemukan Aspira yang disarankan Adham, selain Corsa dan Michelin yang mendominasi. Kelihatannya memang Planet Ban ada kerjasama dengan kedua brand tersebut.

Selain itu saya juga menerima tawaran untuk mengisi cairan ke dalam ban tubeless tersebut. Cairan ini fungsinya untuk tetap menahan bentuk ban ketika tertusuk paku atau benda lain di jalan. Seperti sabda @rasarab di atas, tanpa cairan sebetulnya ban tubless itu sia-sia.

Saya sempat bertanya apakah tidak berbahaya jika pengendara tidak aware kalau ban kempes. Staff memberikan tips untuk selalu memeriksa ban setiap 2 minggu sekali.

Penggantian ban dilakukan secara cepat dengan bantuan alat. Dan total kerusakan tadi sore adalah Rp 388.000. Harga bannya sendiri Rp 337.000.

Dan dalam perjalanan pulang (yang masih hujan deras), memang gripnya Michelin ini terasa mantabh (pake b & h biar dramatis).  Memang harga gak pernah bohong.

Sebagai bikers, kamu memperhatikan brand dari ban yang kamu pakai atau enggak sih sebetulnya?