Yang kenal gue sejak dari jaman purba pasti tau kalo gue tuh suka ke kedai kopi maupun menyesap secangkir Cappucino setiap harinya. Padahal gue baru minum kopi tidak dari kecil, baru sekitar tahun 2003 sewaktu masih kuliah. kenapa gue inget banget? Begini ceritanya ….

Di keluarga, minum kopi bukan sesuatu hal yang aneh, bapak maupun almarhum mama seingat gue selalu minum kopi hitam manis di pagi hari. Bukan minum kopi yang pahit tetapi selalu manis pakai gula. Adek-adek gue menikmati rasa kopi itu juga pake sendok ataupun ganggu bapak untuk ikut-ikutan minum. Tapi gue tidak pernah tertarik buat minum kopi, selalu lebih memilih untuk menikmati teh.

Kebiasaan ini berlanjut hingga dewasa, gue memang lebih ke tea person sampai masa kuliah di Semarang. Nah di awal-awal tahun 2,000-an, di Semarang kedai kopi juga mulai hitz, tetapi karena gue tea person waktu itu, jadilah gak punya interest untuk eksplore kedai-kedai kopi di Semarang. Hingga pada suatu saat dua temen bule gue saat itu, Alicia & Agatha, membawa gue ke sebuah kedai kopi lokal di Semarang bernama Buket. Buket ini bentuknya tidak besar tetapi ketiadaan space yang besar itu malah bikin suasana antar pengunjung semakin dekat. Apalagi baristanya bekerja di dekat pengunjung. Gue masih ingat waktu itu semua menu Buket dibuat dengan tangan sehingga ketulusan kopi buatan baristanya Buket sangat terasa sampai bikin gue adiktif dengan salah satu menu signaturenya, Buket Creme Blend.

Dari Buket itulah gue mengenal apa namanya barista dan dari saat itu gue pengen suatu saat mencoba menjadi barista atau memiliki bisnis dalam bidang kopi. Beberapa kali saya sempat mencoba untuk membangun bisnis yang berhubungan dengan kopi tetapi memang sepertinya saya tidak punya bakat ataupun kemampuan untuk membangun bisnis. Terakhir kali saya mencoba untuk membangun bisnis berakibat harus menjual motor untuk menghapus kerugian yang saya alami.

Gue selalu mengagumi barista ketika mereka sedang bekerja membangun cita rasa kopi yang mereka buat. Gue selalu merasa menjadi barista itu tidak hanya bekerja untuk uang tetapi membutuhkan passion tertentu untuk membuat kopi setiap harinya.

Selama masa pandemi ini gue memang jarang minum kopi keluar rumah dan lebih menikmati kopi sachetan hahaha~ Gak ada kopi buatan barista, kopi sachetanpun jadi.

Nah, apakah kamu punya sebuah cita-cita atau keinginan yang sampai sekarang belum terwujud juga?