Waktu gue kecil, masih inget banget kalo mainan andalan tuh cuma penggaris 15 cm yang biasanya gue bayangkan menjadi apa saja sambil tiduran di sofa. Itu penggaris di tangan gue bisa jadi pesawat, bisa jadi Luke Skywalker atau jadi apapun.

Walaupun kalo diingat-ingat sekarang dan cerita ini tampak cukup menyedihkan, tetapi sebetulnya masa kecil gue cukup menyenangkan dengan si penggaris ini kalo flashback lagi. Gue memang jarang punya mainan waktu kecil karena bapak dan alm. mama lebih memilih untuk berinvestasi dengan menyekolahkan gue di sekolah swasta yang bagus saat itu.

—————

Mungkin karena gak punya mainan di saat kecil itu yang bikin gue saat ini selalu ingin memberikan apapun yang terbaik untuk Abby, termasuk dalam hal mainan. Awalnya Abby ini termasuk anak yang cuek dengan mainan, dia itu waktu di bawah 3 tahun gak suka sama yang namanya boneka. Dikasih boneka sama eyangnya (namanya Belinda), diliat aja gak mau hahaha.

Tetapi setelah lewat usia 3 tahun ternyata behaviournya berubah, aura ceweknya lama-lama keluar. Mulai senang main boneka, mulai senang main dengan mainan peralatan dandan dan masak atau kegiatan bermain yang cewek bangetlah pokoknya.

Di luar itu, gue dan Arianna mulai mengenalkan Lego ketika Abby mulai tertarik untuk mempunyai mainan. Sebelum 3 tahun, kami kenalkan dengan Duplo, versi Lego untuk  anak usia 1.5 hingga 5 tahun. Lego sebetulnya cocok untuk anak berusia di atas 5 tahun karena part-partnya cukup kecil dan njelimet.

Nah tetapi makin ke sini Abby semakin suka dengan Lego juga karena sepupunya yang sering bermain punya koleksi Lego dan Duplo yang cukup banyak. Alhasil makin ke sini, koleksi Lego Abby boleh dibilang cukup banyak.

Jadi kenapa gue lumayan kencang mengenalkan Lego ke Abby? Ya karena waktu kecil gue gak punya kesempatan untuk memainkan Lego apalagi memilikinya HAHAHAHA #ModusBapak.

Gue kalau sedang di mall bersama Arianna dan Abby, pasti kalau sedang menunggu Arianna berbelanja, Abby gue bawa ke Kidz Station dan main Lego di area depan. Karena Kidz Station selalu punya koleksi Lego yang dapat dimainkan oleh anak-anak yang berkunjung. Walaupun sebetulnya Abby kurang bisa memainkan Lego (karena belum bisa membayangkan struktur dan membangunnya) tetapi dia sudah menyenangi Lego dengan memainkan dan membentuknya menjadi apapun yang dia suka.

—————

Nah dari semua koleksi Lego, Abby paling suka untuk memainkan Lego Friends.

Series Lego Friends dengan empat karakter figure perempuan

Lego Friends itu punya karakter figure perempuan yang datang dari berbagai macam ras dan saling bersahabat. Tadinya Abby hanya punya dua karakter dan tiba-tiba dalam minggu ini Abby menambah dua karakter lagi. Satu karakter tambahan datang karena pemberian Mas Arie dengan Lego curahnya, yang kedua secara random dan baik hati, Mbak Eno mengirimkan Abby sebuah set Lego Friends, yang kok ya cocok dengan koleksi yang Abby suka mainkan hahaha.

Mbak Eno mengirimkan Lego ke Abby sesimpel karena gue komen di postingan soal Lego di blog beliau. Sebetulnya lewat komen itu cuma pengen bilang kalau kok ya nasibh pengalaman keluarga kita berdua mirip-mirip di minggu lalu termasuk soal Lego. Eh entah kenapa Mbak Eno dengan baik hatinya mengirimkan Lego Friends yang cocok banget dengan koleksi Abby.

Once again, terima kasih ya Mbak Eno untuk kerandomannya, karena Abby suka memainkan Lego Friends  dan mari kita perbanyak koleksi Lego kita #EhGimana.

Jadi siapa yang belum tahu kalau sebetulnya Lego itu punya banyak tema dan series?